BATANG, Kabarjateng.id – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tambahrejo terus berjalan dengan menitikberatkan kekuatan struktur.
Anggota Koramil 07/Bandar Kodim 0736/Batang bersama warga turun langsung merakit besi cor sebagai pondasi utama, Kamis (9/4/2026).
Fokus Perkuatan Pondasi
Sejak awal pengerjaan, tim di lapangan memprioritaskan kekokohan pondasi.
Mereka menggunakan besi berukuran besar untuk membentuk cincin cor dan konstruksi cakar ayam sebagai penopang tiang jembatan.
Langkah ini memastikan jembatan mampu bertahan lama dan aman saat warga gunakan.
Gotong Royong Jadi Kunci
Perakitan besi membutuhkan tenaga dan ketelitian tinggi. Namun, TNI dan warga menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
Mereka bekerja bahu-membahu, menyusun dan mengikat besi dengan rapi agar menghasilkan struktur yang kokoh.
Keterlibatan warga tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap jembatan tersebut.
Koordinasi dan Ketelitian
Dalam proses perakitan, TNI dan warga menempatkan setiap batang besi secara presisi.
Mereka mengikat setiap sambungan dengan kuat agar mampu menahan beban konstruksi di atasnya.
Hasil rakitan berupa cincin cor dan cakar ayam menjadi fondasi utama penopang jembatan.
Sinergi TNI dan Masyarakat
Danramil 07/Bandar Kapten Cba Suwanto menegaskan bahwa pembangunan ini menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat.
Ia menilai kerja sama yang solid mampu mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas hasilnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam setiap tahapan agar pembangunan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Dorong Perekonomian Warga
Keberadaan Jembatan Garuda akan membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Warga dapat memanfaatkan jembatan ini untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
TNI bersama masyarakat menargetkan pembangunan selesai tepat waktu agar warga segera merasakan manfaatnya.
Upaya ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong pembangunan infrastruktur di daerah. (liem)






