SEMARANG, Kabarjateng.id – Pagi yang cerah di Kota Semarang dimanfaatkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) untuk bersepeda atau gowes menuju tempat kerja.
Aktivitas ini bukan sekadar olahraga, tetapi menjadi wujud nyata gerakan hemat energi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ikut dalam kegiatan tersebut.
Bersama jajaran pimpinan dan staf organisasi perangkat daerah (OPD), ia mengayuh sepeda dari rumah masing-masing lalu berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (9/4/2026).
Rombongan kemudian melintasi sejumlah ruas jalan utama, seperti Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Imam Bonjol.
Kemudian Jalan Piere Tendean, Jalan Pemuda, Tugu Muda, dan Pandanaran sebelum kembali ke titik awal dan berakhir di Kantor Gubernur.
Gerakan Sederhana, Dampak Besar
Ahmad Luthfi menegaskan kegiatan bersepeda bukan sekadar simbolik.
Ia mendorong perubahan pola pikir agar masyarakat menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan sehari-hari.
ASN mulai menunjukkan langkah positif dengan menggunakan sepeda, kendaraan listrik, dan transportasi umum.
Ia berharap kebiasaan ini terus berlanjut bukan karena aturan, tetapi karena kesadaran pribadi.
Ia juga menekankan kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu, mematikan lampu saat tidak digunakan, serta menerapkan pola kerja fleksibel.
Kebijakan WFH dan Efisiensi Energi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menerapkan langkah konkret melalui kebijakan Work From Home (WFH) secara bergiliran setiap Jumat.
Kebijakan ini tetap menjaga pelayanan publik agar berjalan optimal, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan administrasi.
Selain itu, instansi pemerintah meningkatkan pemanfaatan teknologi dengan menggelar rapat dan kegiatan secara hybrid guna menekan mobilitas dan konsumsi energi.
Pengaturan Penggunaan Energi di Kantor
Pemprov Jateng mengatur penggunaan energi di lingkungan kerja secara efisien.
Pegawai menggunakan lampu dan perangkat listrik sesuai kebutuhan dengan jam operasional yang terukur.
Pegawai menjaga suhu pendingin ruangan (AC) pada tingkat efisien dan mematikan perangkat yang tidak digunakan dalam waktu lama.
Mereka juga mengontrol konsumsi air bersih agar tetap hemat.
ASN menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, sepeda, kendaraan listrik, dan angkutan umum.
Selain itu, mereka menerapkan sistem berbagi kendaraan (carpooling).
Dorong Energi Terbarukan dan Desa Mandiri
Upaya hemat energi juga menjangkau tingkat desa. Saat ini, ribuan desa mandiri energi berkembang di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Pemprov menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengembangkan energi terbarukan, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga.
Pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada industri yang beralih ke energi ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan industri hijau.
Bangun Budaya, Bukan Sekadar Aturan
Ahmad Luthfi menegaskan seluruh langkah ini bertujuan membentuk budaya baru di masyarakat.
Hemat energi tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi menjadi gaya hidup yang memberi kenyamanan sekaligus mendorong kemandirian energi.
Langkah yang dimulai dari aktivitas sederhana seperti bersepeda hingga kebijakan strategis menunjukkan komitmen Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan energi sekaligus membangun masa depan yang berkelanjutan. (liem)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.