SEMARANG, Kabarjateng.id – Suasana Pos Terpadu di Gerbang Tol Kalikangkung mendadak tegang saat seekor ular sepanjang kurang lebih 1,5 meter muncul dan masuk ke area posko, ketika petugas mengamankan arus mudik Lebaran.
Kehadiran reptil itu membuat sejumlah petugas meningkatkan kewaspadaan.
Mereka menjaga jarak sambil mengendalikan situasi agar tidak memicu kepanikan yang meluas.
Dalam kondisi tersebut, personel Brimob dari Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Aipda Suhartono, langsung mengambil langkah cepat.
Ia mendekati ular dengan hati-hati lalu mengevakuasinya secara terukur.
Dengan penuh kehati-hatian, Aipda Suhartono berhasil mengamankan ular tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap aktivitas pengamanan di posko.
Petugas lain ikut mengawasi situasi sekitar agar tetap kondusif.
Evakuasi Cepat Demi Keamanan Pemudik
Tindakan sigap itu bertujuan menjaga kenyamanan dan keselamatan petugas serta masyarakat yang melintas di kawasan Tol Kalikangkung.
Setelah mengamankan ular, petugas membawa hewan tersebut ke lokasi aman dan melepaskannya jauh dari permukiman warga.
Aipda Suhartono mengaku tidak menyangka menghadapi kejadian itu di tengah tugas pengamanan mudik.
Namun, ia menegaskan pentingnya tetap tenang dalam kondisi darurat.
“Petugas melaporkan ular masuk ke posko. Situasi sempat memicu kepanikan, tetapi kami tetap tenang dan fokus pada keselamatan. Kami harus segera mengamankan ular agar tidak membahayakan,” ujarnya.
Apresiasi atas Kesiapsiagaan Personel
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengapresiasi respons cepat anggotanya.
Ia menilai kejadian itu menunjukkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Menurutnya, pengamanan arus mudik tidak hanya berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, tetapi juga menuntut kesiapan menghadapi kondisi tak terduga.
“Petugas di lapangan harus siap menghadapi situasi yang dinamis. Ketanggapan, keberanian, dan ketenangan menjadi kunci dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan profesionalisme aparat dalam menjaga keamanan selama periode mudik, termasuk saat menghadapi ancaman nonkonvensional di lapangan. (dkp)






