SLEMAN, Kabarjateng.id – Semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat jelas di bantaran Kali Krusuk, Kabupaten Sleman.
Prajurit Kodim 0732/Sleman bersama warga bahu-membahu membangun Jembatan Gantung Garuda sepanjang 50 meter yang menghubungkan Dusun Klangkapan 2 dengan Padukuhan Barak 2, Margoluwih, Kecamatan Seyegan.
Kehadiran jembatan ini memberi harapan baru bagi warga karena akan memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini harus menghadapi derasnya arus sungai saat beraktivitas.
TNI dan Warga Perkuat Semangat Gotong Royong
Sejak awal pembangunan, prajurit TNI dan warga menunjukkan kekompakan yang kuat.
Mereka bekerja bersama mengangkut material, merapikan area pembangunan, serta menyelesaikan setiap tahapan konstruksi jembatan.
Kehadiran prajurit TNI tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat.
Interaksi yang terjalin selama proses pembangunan memperlihatkan bahwa kerja sama antara TNI dan warga tetap menjadi kekuatan utama dalam pembangunan wilayah.
Setiap hari warga turut membantu pekerjaan lapangan secara sukarela, sementara prajurit TNI mengarahkan pekerjaan teknis agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
Semangat gotong royong tersebut memperlihatkan kekuatan kebersamaan dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
Progres Pembangunan Capai 85 Persen
Hingga Rabu (11/3/2026), pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai sekitar 85 persen.
Tim pembangunan saat ini memasuki tahap pemasangan tali seling yang mulai berjalan sejak awal Maret 2026.
Tim di lapangan telah menyelesaikan beberapa pekerjaan utama, antara lain pemasangan bouplank, pembersihan lahan di sekitar jembatan, serta penggalian lubang anchor bentangan hingga mencapai 100 persen.
Selain itu, tim juga terus melanjutkan sejumlah tahapan pekerjaan lainnya. Distribusi material berupa pasir, batu, dan besi telah mencapai 92 persen.
Pekerja telah merampungkan pondasi cyclop hingga 90 persen, sedangkan dudukan pembesian pylon mencapai 97 persen.
Tim juga melanjutkan proses pengelasan gapura yang kini mencapai 80 persen.
Pekerja mengerjakan pembuatan deadman hingga 87 persen serta pembuatan garpu dan anchor hingga 85 persen.
Sementara itu, tim pembangunan mengerjakan RO dan angkur yang kini mencapai progres sekitar 63 persen.
Permudah Aktivitas Masyarakat
Warga sekitar menyambut pembangunan jembatan tersebut dengan penuh antusias.
Selama ini warga harus memutar jalur cukup jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda nantinya akan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga menjalankan kegiatan ekonomi.
Ketika jembatan ini berdiri kokoh di atas Kali Krusuk, keberadaannya tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan, kepedulian, serta semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat dalam membangun desa. (can)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.