SALATIGA, Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi buruh di sejumlah perusahaan untuk memastikan hak pekerja sebelum Hari Raya Idulfitri.
Salah satu perusahaan yang mereka kunjungi yakni PT Selalu Cinta Indonesia di Kota Salatiga.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh perusahaan di Jawa Tengah wajib menyalurkan THR kepada buruh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.
Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau kepatuhan perusahaan agar tidak ada pekerja yang dirugikan.
“Pemerintah memastikan hak buruh terkait THR benar-benar diterima tepat waktu, maksimal H-7 sebelum Lebaran sesuai dengan surat edaran dari kementerian,” ujar Luthfi saat melakukan pemantauan di perusahaan tersebut.
Data Perusahaan dan Tenaga Kerja
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah per 9 Maret 2026, terdapat sekitar 263.853 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Jumlah itu terdiri dari 250.074 usaha mikro, 5.594 usaha kecil, 5.326 usaha menengah, serta 2.859 perusahaan besar.
Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap di berbagai sektor usaha di Jawa Tengah mencapai 2.506.916 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 1.047.558 merupakan pekerja laki-laki dan 1.459.358 pekerja perempuan.
Besarnya jumlah tenaga kerja tersebut membuat pemerintah provinsi memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak-hak pekerja, termasuk pembayaran THR menjelang Lebaran.
Posko Pengaduan THR Dibuka 24 Jam
Untuk mengantisipasi persoalan ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka posko layanan pengaduan THR melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.
Posko ini melayani laporan masyarakat selama 24 jam.
Layanan tersebut tersedia di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah serta enam wilayah satuan kerja pengawasan ketenagakerjaan, yakni Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan, Banyumas, dan Magelang.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Desk Tenaga Kerja di Polda Jawa Tengah, guna memantau potensi pelanggaran ketenagakerjaan menjelang Lebaran.
“Posko pengaduan sudah tersedia hingga tingkat kabupaten dan kota. Pekerja atau masyarakat bisa menyampaikan laporan kapan saja. Pemerintah ingin memastikan tenaga kerja tetap terlindungi dan produktif,” jelasnya.
Apresiasi untuk Perusahaan yang Bayar THR Lebih Awal
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi kepada manajemen PT Selalu Cinta Indonesia yang telah menyalurkan THR kepada para pekerjanya lebih awal, yakni pada 5 Maret 2026.
Menurutnya, langkah perusahaan produsen alas kaki tersebut dapat menjadi contoh positif bagi perusahaan lain dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan.
“Perusahaan ini memberikan contoh yang baik karena sudah menunaikan hak para pekerja. Ini mencerminkan hubungan industrial yang sehat antara perusahaan dan buruh,” ujarnya.
Investasi Padat Karya Serap Ribuan Tenaga Kerja
Luthfi menilai keberadaan perusahaan padat karya seperti PT SCI memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.
Ia menyebut perusahaan tersebut mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2016, perusahaan itu hanya mempekerjakan sekitar 1.500 pekerja. Kini jumlah tenaga kerjanya meningkat drastis hingga mencapai sekitar 18.000 orang.
“Investasi padat karya seperti ini sangat membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masuknya investasi baru untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Luthfi, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kepastian hukum, keamanan, tenaga kerja yang kompetitif, serta kemudahan perizinan bagi para investor.
Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Tengah berperan aktif mempromosikan potensi wilayah masing-masing kepada investor.
“Kami bersama para bupati dan wali kota berkomitmen menjadi manajer pemasaran bagi daerah masing-masing. Dengan cara ini, Jawa Tengah dapat menjadi pusat investasi yang kuat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” pungkasnya. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.