GROBOGAN, Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan pemasangan jembatan armco untuk memulihkan jalur utama Grobogan–Semarang yang terputus total akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Pemerintah provinsi menargetkan jalur vital tersebut kembali berfungsi maksimal dalam waktu satu pekan.
Percepatan Pemulihan Jalur Utama
Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi tanggul jebol pada Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menegaskan percepatan penanganan menjadi prioritas utama karena jalur tersebut berperan penting sebagai akses distribusi logistik sekaligus jalur mudik Lebaran.
“Tiga hari sampai maksimal satu minggu, kendaraan dan orang sudah bisa melintas kembali,” ujar Ahmad Luthfi di lokasi.
Ia menjelaskan, pemerintah membagi langkah penanganan ke dalam dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Skema Jangka Pendek: Tutup Tanggul dan Pasang Armco
Untuk penanganan jangka pendek, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Hal itu untuk menutup sementara tanggul yang jebol serta memasang jembatan armco guna memulihkan konektivitas jalan nasional.
Pemerintah menargetkan penutupan tanggul rampung dalam waktu tiga hari, kemudian melanjutkan penguatan struktur tanggul hingga satu pekan ke depan.
“Yang terpenting, jalan bisa dipakai lebih dulu karena ini jalur utama mudik,” tegasnya.
Usulan Normalisasi Sungai Tuntang
Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa jebolnya tanggul Sungai Tuntang berdampak langsung pada dua kabupaten, yakni Grobogan dan Demak.
Ia mengungkapkan sungai tersebut telah dua kali mengalami kejadian serupa.
Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang kepada Kementerian PUPR karena kewenangan pengelolaan sungai berada di pemerintah pusat melalui BBWS.
Di lokasi peninjauan, Ahmad Luthfi bahkan menghubungi langsung Menteri PUPR guna meminta percepatan program normalisasi.
“Sedimennya sangat tinggi. Saya mengusulkan normalisasi karena kewenangannya ada di BBWS. Ini harus segera ditangani,” ujarnya.
Ribuan KK Terdampak Banjir
Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin sore, 16 Februari 2026, akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang.
Peristiwa tersebut memutus total jalur utama Grobogan–Semarang.
Banjir merendam 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Sekitar 9.000 kepala keluarga terdampak, sementara ratusan hektare lahan pertanian tergenang air.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh organisasi perangkat daerah bergerak aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk mempercepat penanganan darurat serta memulihkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.