Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 10 Feb 2026 20:52 WIB

Semarang Mantapkan Langkah Transisi TransSemarang ke Bus Listrik yang Ramah Lingkungan dan Inklusif  


					Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan Perbesar

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan

SEMARANG, Kabarjateng.id – Kota Semarang menegaskan kesiapan untuk transformasi menuju sistem transportasi publik energi bersih melalui rencana transisi armada Trans Semarang ke bus listrik.

Langkah ini menjadi solusi strategis dalam menjawab persoalan polusi udara, kualitas layanan, serta keberlanjutan transportasi perkotaan.

Dorongan itu mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi Jawa Tengah.

Forum diskusi di hotel Kota Semarang itu membahas arah modernisasi angkutan umum, mulai dari peremajaan armada hingga peningkatan layanan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah, Bagus Hario Setiadji, menilai bahwa Semarang telah memasuki momentum penting.

Yakni, untuk meninggalkan sistem transportasi konvensional yang masih ketergantungan pada mesin bahan bakar fosil.

Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya mengganti teknologi mesin, melainkan pembenahan menyeluruh ekosistem layanan transportasi publik.

“MTI melihat transisi ke bus listrik adalah momentum emas memperbaiki level of service transportasi. Kami memberi rekomendasi teknis agar peremajaan armada tidak memberatkan operator, namun kenyamanan maksimal bagi warga,” ujar Bagus, Senin 9 Februari 2026.

Ia menambahkan, modernisasi armada juga perlu peningkatan kualitas pelayanan, kepastian waktu kedatangan bus, serta jaminan keselamatan penumpang.

Dengan demikian, kehadiran armada Trans Semarang ke bus listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

Pemerintah Kota Semarang menyatakan dukungan penuh rekomendasi yang disampaikan MTI.

Komitmen Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah daerah menyiapkan regulasi, kebijakan teknis.

Hingga dukungan anggaran, memastikan transisi menuju bus listrik.

“Kami sependapat bahwa ada tantangan transportasi Semarang, seperti asap hitam, armada tua dan ketidakpastian headway. Dishub punya komitmen mengawal transisi agar layanan semakin ramah,” tegas Danang.

Dalam paparannya, Danang Kurniawan menyampaikan sejumlah langkah strategis yang menjadi fokus pemerintah.

Salah satunya percepatan penyusunan roadmap elektrifikasi Trans Semarang secara bertahap, khususnya koridor 1, agar memenuhi standar emisi kendaraan listrik.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga akan melakukan optimalisasi infrastruktur halte.

Audit menyeluruh kondisi fisik halte akibat proyek betonisasi jalan juga akan dilakukan.

Untuk memastikan fasilitas kembali aman dan mudah, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lain.

Aspek manajemen operasional turut menjadi perhatian.

Pemerintah kota akan menerapkan sistem pemantauan teknologi guna menjaga ketepatan waktu kedatangan bus.

Serta meminimalkan perilaku mengemudi yang tidak sesuai standar melalui pembinaan awak angkutan.

Isu keselamatan juga menjadi pembahasan penting diskusi.

MTI menekankan perlunya standar teknis ketat perihal baterai dan sistem kelistrikan bus listrik.

Hal ini merujuk pada pengalaman pengoperasian bus listrik kota lain oleh pelaku industri dan karoseri nasional dalam forum.

Dari sisi pembiayaan, Danang Kurniawan mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji skema subsidi serta pola kerja sama yang adil antara pemerintah dan operator.

Dengan harapan mampu menjaga keberlangsungan layanan tanpa menimbulkan beban finansial bagi operator lokal.

“Modernisasi ini adalah kerja besar lintas sektor. Dengan dukungan akademisi dari Undip dan Unika Sogijapranoto, serta dukungan anggaran dari DPRD Kota Semarang, kami optimis Semarang akan kembali menjadi barometer transportasi publik yang aman dan nyaman di Indonesia,” pungkas Danang Kurniawan. (whs)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG