Menu

Mode Gelap
 

KABAR JATENG · 7 Feb 2026 18:34 WIB

Kolaborasi Ansor–PLN Hijaukan Lereng Merapi, Alpukat Jadi Harapan Ekonomi Warga Boyolali


					Kolaborasi Ansor–PLN Hijaukan Lereng Merapi, Alpukat Jadi Harapan Ekonomi Warga Boyolali Perbesar

BOYOLALI, Kabarjateng.id – PW GP Ansor Jawa Tengah bersama PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah–DIY dan Badan Pengaturan (BP) BUMN menggelar aksi penanaman ratusan bibit alpukat di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Gerakan Indonesia Asri yang menekankan kepedulian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Sejak pagi, kawasan lereng Gunung Merapi tampak dipenuhi kader Ansor, perwakilan BUMN, dan warga setempat.

Mereka secara bersama-sama menanam bibit alpukat di lahan yang dikenal subur dan potensial untuk pengembangan pertanian berkelanjutan.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, turun langsung ke lokasi dan ikut menanam bibit bersama peserta lainnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan penghijauan harus berjalan nyata dan berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan simbolik.

“Menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga ibadah sosial dan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” kata Aminuddin di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, penanaman pohon ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang mengusung nilai aman, sehat, resik, dan indah.

Menurutnya, gerakan tersebut perlu diterjemahkan hingga ke tingkat akar rumput melalui aksi konkret yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Aminuddin juga mengaitkan kegiatan ini dengan nilai dasar kader Ansor, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Ia menilai, keseimbangan ketiganya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Di tengah meningkatnya ancaman banjir dan kerusakan ekosistem di berbagai daerah, Aminuddin mendorong seluruh elemen masyarakat untuk aktif melakukan upaya pencegahan melalui penghijauan dan pengelolaan lingkungan.

Ia mengajak Ansor mengambil peran strategis sebagai pelopor gerakan perubahan di tingkat lokal.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Tengah–DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa pemilihan tanaman alpukat didasarkan pada manfaat ekologis dan nilai ekonominya yang tinggi.

Menurutnya, alpukat mampu mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alpukat tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki nilai jual yang menjanjikan. Kami berharap tanaman ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, PLN telah menyalurkan ratusan bibit alpukat di beberapa daerah, termasuk Boyolali dan Kudus.

Program tersebut akan terus dikembangkan dengan pendekatan keberlanjutan, mulai dari pemanfaatan listrik untuk pompa irigasi hingga modernisasi sektor pertanian.

PLN juga menargetkan peningkatan produktivitas lahan dengan mendorong petani melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun melalui dukungan teknologi dan infrastruktur.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. Shidqon Prabowo, menilai kolaborasi ini membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan jaringan Ansor yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, ia optimistis program serupa dapat direplikasi di berbagai wilayah.

“Ansor siap menjadi mitra strategis dalam program-program berkelanjutan. Ini bukan hanya soal bantuan bibit, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi dan pangan yang kuat,” katanya.

Ia menegaskan, Ansor berkomitmen menjalankan peran sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat melalui sinergi dengan BUMN dan pemerintah daerah.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut positif kegiatan penanaman alpukat tersebut.

Ia menyebut wilayah Tamansari memiliki potensi pertanian yang besar, mulai dari kopi, alpukat, hingga berbagai jenis sayuran dataran tinggi.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses air bersih dan gangguan hama kera ekor panjang yang kerap merusak lahan pertanian warga.

“Kami berharap kolaborasi dengan BUMN juga dapat menjangkau kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih,” ujar Agus.

Pemerintah Kabupaten Boyolali, lanjutnya, terus mendorong kebangkitan kembali kopi Boyolali yang pernah menjadi komoditas unggulan di lereng Merapi.

Melalui penanaman alpukat ini, para pihak berharap tercipta dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi desa.

Bibit yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi pohon produktif yang mampu menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Dari lereng Merapi, semangat Gerakan Indonesia Asri terus ditanamkan, menyatukan peran organisasi kepemudaan, BUMN, dan pemerintah daerah dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (ws)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ahmad Luthfi Tegaskan Adab Jawa Tengah: Tepa Selira, Sopan Santun, dan Gotong Royong

15 Maret 2026 - 05:08 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Tanggapi OTT KPK di Cilacap: Sudah Saya Ingatkan Berulang Kali

15 Maret 2026 - 04:55 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan hingga Akses Wisata

15 Maret 2026 - 00:00 WIB

PWDPI Kota Semarang Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 23:47 WIB

Jalur Tengah Jateng Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 23:19 WIB

Personel Polda Jawa Tengah Sigap Menolong Pemudik di Jalur Mudik

14 Maret 2026 - 22:26 WIB

Trending di KABAR JATENG