Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 7 Feb 2026 11:09 WIB

Aspal Jalan Ki Narto Sabdo Dilubangi untuk Pasar Dugderan, Penyelenggara Pastikan Akan Diperbaiki


					Jalan Ki Narto Sabdo dilubangi guna pemasangan tiang tenda tenant pasar rakyat Dugderan Semarang Perbesar

Jalan Ki Narto Sabdo dilubangi guna pemasangan tiang tenda tenant pasar rakyat Dugderan Semarang

SEMARANG, Kabarjateng.id – Aktivitas pemasangan tenant dan wahana pasar rakyat Dugderan 2026 di Kota Semarang menuai perhatian publik. Sejumlah unggahan di media sosial menyoroti kondisi Jalan Ki Narto Sabdo yang terlihat dilubangi pada beberapa titik untuk pemasangan tiang penyangga tenda dan wahana permainan.

Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara menegaskan bahwa pelubangan aspal bersifat sementara dan akan ditangani setelah seluruh rangkaian kegiatan Dugderan selesai dilaksanakan.

Ketua Yayasan Masjid Agung Semarang, Khammad Ma’sum, menjelaskan bahwa pemasangan konstruksi pasar malam memang membutuhkan metode teknis tertentu demi menjaga keamanan wahana dan pengunjung. Salah satunya adalah menanam tiang penyangga ke permukaan jalan agar struktur berdiri kokoh.

“Kalau tidak dipasang kuat, justru bisa membahayakan. Ini memang terlihat kurang nyaman, tapi sifatnya sementara dan nanti akan dikembalikan seperti semula,” kata Ma’sum saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Ia mengakui bahwa secara visual kondisi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Namun, menurutnya, praktik serupa juga pernah diterapkan dalam berbagai kegiatan besar di Kota Semarang dan selalu diakhiri dengan perbaikan infrastruktur.

“Kegiatan besar hampir selalu punya tantangan teknis. Setelah acara selesai, jalan pasti diperbaiki. Tidak mungkin dibiarkan rusak,” ujarnya.

Ma’sum menambahkan, penyelenggaraan Dugderan membutuhkan ruang luas karena menghadirkan wahana permainan berukuran besar dan berat. Oleh karena itu, konstruksi penyangga harus dipastikan aman agar tidak menimbulkan risiko bagi pengunjung.

“Permainan ini bukan kecil-kecil. Kalau tidak kuat, dampaknya bisa lebih berbahaya daripada sekadar lubang di aspal,” jelasnya.

Terkait kondisi Jalan Ki Narto Sabdo, penyelenggara memastikan bahwa seluruh lubang bekas tiang tenant dan wahana akan ditutup kembali. Aspal jalan akan dipulihkan seperti kondisi sebelum Dugderan berlangsung.

“Setelah acara selesai, pasti ditutup dan dikembalikan normal. Ini hanya selama kegiatan,” tegas Ma’sum.

Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut sebagai bagian dari penyelenggaraan tradisi budaya tahunan yang telah lama menjadi identitas Kota Semarang. Selain nilai budaya, Dugderan juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Ini tradisi legendaris dan manfaatnya besar untuk masyarakat. Kita harap bisa saling memaklumi,” katanya.

Pada tahun 2026, Dugderan disebut akan digelar lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tradisi lama yang sempat tidak dilaksanakan kini kembali dihadirkan, termasuk lokasi pasar malam yang kembali dipusatkan di sekitar kawasan Masjid Kauman.

“Tahun ini tradisi lama kita kembalikan. Pasar malam kembali ke sekitar masjid seperti dulu,” ujar Ma’sum.

Saat ini, proses pemasangan wahana permainan telah berlangsung. Beberapa permainan klasik seperti bianglala, tong setan, kincir angin, hingga wahana anak-anak mulai berdiri dan menarik perhatian warga.

Pembukaan resmi rangkaian Dugderan dijadwalkan akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam waktu dekat. Sementara itu, aktivitas pasar rakyat sudah mulai berjalan seiring rampungnya pemasangan tenant.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kawasan sekitar masjid kini kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan. Pada penyelenggaraan lalu, area tersebut sempat tidak digunakan karena kebijakan pada masa transisi pemerintahan.

“Tahun lalu memang tidak diperbolehkan. Tahun ini sudah kembali seperti semula,” jelasnya.

Area pasar malam Dugderan 2026 membentang dari halaman depan Masjid Kauman, alun-alun masjid, kawasan selatan Hotel Metro, hingga mendekati area pusat perbelanjaan dan jembatan di sekitarnya. Luasan ini disebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Luasannya jauh lebih besar, permainannya juga lebih banyak,” kata Ma’sum.

Selain wahana permainan, berbagai unsur budaya khas Dugderan turut dihadirkan, mulai dari Warak Ngendog, gangsingan, mobil-mobilan dan sepeda motor mini, topeng tradisional, hingga kerajinan gerabah klasik.

“Insyaallah semua permainan klasik ada,” ucapnya.

Sementara itu, jumlah tenant pedagang dan pelaku UMKM yang terlibat diperkirakan melampaui 500 lapak yang tersebar di seluruh area pasar malam.

“Perkiraan kami lebih dari 500 tenant. Untuk data detail bisa dikonfirmasi ke dinas terkait,” pungkas Ma’sum.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

12 Maret 2026 - 14:51 WIB

Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

12 Maret 2026 - 14:33 WIB

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Trending di Hukum & Kriminal