KARANGANYAR, Kabarjateng.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menunjukkan perhatian serius dengan hadir langsung dalam proses pencarian seorang pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Sejak Selasa, 27 Januari, Sumarno berada di lokasi untuk memantau sekaligus memberikan dukungan kepada tim pencari serta keluarga korban.
Selama dua hari berturut-turut, ia turut mendampingi ratusan personel Search and Rescue (SAR) gabungan yang melakukan penyisiran dari basecamp pendakian Mongkrang hingga area jalur atas pada Rabu, 28 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, semangat kemanusiaan para personel dan relawan tetap tinggi meskipun harus menghadapi medan terjal dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian.
Kehadirannya di lokasi juga disebut sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, mengingat kawasan Mongkrang berada di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan korban merupakan warga Jawa Tengah.
Ia menuturkan, dari evaluasi sementara di lapangan terdapat sejumlah petunjuk yang masih terus ditelusuri oleh tim gabungan.
Namun, hujan disertai angin kencang di area puncak menjadi kendala utama, terutama dalam penggunaan drone maupun metode vertical rescue yang belum dapat dijalankan secara optimal.
Meski demikian, optimisme tetap dijaga. Operasi pencarian diputuskan untuk diperpanjang selama tiga hari ke depan dengan harapan area penelusuran dapat diperluas melalui dukungan teknologi dan koordinasi lintas tim di lapangan.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surakarta, Kamal, menjelaskan bahwa pada hari ke-10 operasi pencarian, berbagai metode diterapkan, mulai dari penyisiran jalur darat, pemanfaatan anjing pelacak (K9), hingga teknik vertical rescue.
Ia menyebutkan sekitar 350 personel dari kurang lebih 50 organisasi terlibat dalam operasi tersebut.
Menurut Kamal, faktor cuaca masih menjadi tantangan terbesar. Kabut tebal, vegetasi rapat, serta hembusan angin cukup kencang membuat jarak pandang sangat terbatas. Bahkan di beberapa titik, visibilitas tidak mencapai lima meter.
Walaupun kondisi medan licin dan jalur menanjak cukup berisiko, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan prioritas utama menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.