Menu

Mode Gelap
 

Kabar Pekalongan · 20 Jan 2026 12:42 WIB

Banjir di Pekalongan Berangsur Surut, Wagub Jateng Evakuasi Dua Lansia dari Posko Pengungsian


					Banjir di Pekalongan Berangsur Surut, Wagub Jateng Evakuasi Dua Lansia dari Posko Pengungsian Perbesar

PEKALONGAN, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan kondisi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan terus mendapat perhatian serius, terutama dari sisi kesehatan dan keselamatan.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Posko Banjir di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin berkeliling menyapa para pengungsi dan memantau kondisi mereka satu per satu.

Perhatian Gus Yasin tertuju pada sejumlah pengungsi lanjut usia yang terlihat dalam kondisi kurang fit.

Setelah melakukan dialog singkat, ia langsung menginstruksikan petugas kesehatan untuk mengevakuasi dua lansia yang mengalami lemas ke rumah sakit terdekat agar memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit. Hari ini juga langsung dilakukan evakuasi agar mendapat perawatan yang optimal,” ungkapnya.

Di posko pengungsian Masjid Al Huda, tercatat sekitar 250 warga masih bertahan.

Untuk memastikan seluruh kebutuhan dan kondisi pengungsi tetap terkontrol, Gus Yasin bahkan melakukan peninjauan sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pada siang dan sore hari.

Ia juga meminta agar jumlah tenaga medis di posko ditambah.

“Keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama yang harus didahulukan,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya distribusi bantuan logistik yang tertib dan merata.

Ia mengimbau para relawan maupun masyarakat yang hendak menyalurkan bantuan agar berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial setempat.

“Koordinasi itu penting supaya bantuan tidak menumpuk di satu lokasi dan bisa benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyerahkan bantuan senilai Rp182.236.270.

Bantuan tersebut meliputi logistik pangan dan nonpangan, satu ton beras, serta obat-obatan untuk mendukung kebutuhan pengungsi selama masa tanggap darurat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Pekalongan, Muhammad Ali, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan Sungai Bremi meluap.

Ketinggian air sempat mencapai sekitar 130 sentimeter dan memaksa warga mengungsi sejak Jumat (16/1/2026).

“Alhamdulillah, saat ini kondisi mulai membaik. Debit air sudah menurun berkat berkurangnya hujan dan upaya pompanisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, meski petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem susulan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, banjir berdampak pada 2.362 kepala keluarga atau sekitar 14.210 jiwa yang tersebar di tujuh desa pada lima kecamatan, yakni Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, dan Wonokerto.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 945 jiwa sempat mengungsi di sejumlah posko darurat. (di)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG