SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan normalisasi dan kualitas layanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal sejak awal tahun.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemkot Semarang melalui Disdukcapil Semarang menyiapkan aspek pelayanan.
Tujuannya, agar masyarakat Semarang tetap mendapatkan pelayanan dengan baik setelah libur panjang awal tahun.
“layanan kependudukan sangat siap. pelayanan juga beroperasi penuh dari Kantor Dinas dan sepuluh Unit Layanan,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam keterangan resmi, Minggu (18/1).
Ia menambahkan, kesiapan ini merupakan komitmen Pemkot Semarang memastikan pelayanan publik tidak berhenti meski baru memasuki awal tahun.
Menurut Wali Kota Semarang, peningkatan permohonan layanan administrasi kependudukan pada awal Januari merupakan hal yang biasa, utamanya setelah libur panjang.
“Peningkatan pemohon itu wajar. Tidak hanya setelah libur akhir tahun, tetapi setiap ada liburan panjang biasanya memang ada lonjakan pelayanan,” ujarnya.
3.846 Permohonan
Berdasarkan data Pemkot Semarang, jumlah layanan administrasi kependudukan paling banyak adalah perubahan biodata Kartu Keluarga mencapai 1.357 permohonan.
Selain itu, ada 700 permohonan akta kelahiran, 640 permohonan perpindahan keluar dan 561 permohonan akta kematian.
Kemudian 330 permohonan kedatangan, 204 permohonan Kartu Identitas Anak, serta 54 permohonan akta cerai dan akta kawin.
Total keseluruhan layanan penanganan Disdukcapil Semarang mencapai 3.846 permohonan.
Untuk upaya normalisasi agar pelayanan tetap cepat serta tertib, Pemkot Semarang melalui Disdukcapil Semarang menerapkan sistem antrean berbasis mesin antrean.
“Antrean selalu menggunakan mesin antrean oleh petugas keamanan, sehingga pelayanan (normalisasi) bisa berjalan tertib,” jelas Wali Kota Semarang.
Selain itu, Pemkot Semarang juga menyediakan empat unit komputer pelayanan mandiri serta sepuluh unit komputer dari Unit Layanan dengan pendampingan petugas.
Dari sisi sarana, prasarana, dan sistem digital, Wali Kota Semarang memastikan kesiapan Disdukcapil Pemkot Semarang sangat baik.
“Blangko KTP tersedia, jaringan internet lancar, tidak ada jadwal pemeliharaan sistem, dan SDM meja pelayanan full team,” ungkapnya.
Hal ini menjadi bagian upaya Pemkot Semarang dalam menjaga kualitas layanan administrasi kependudukan sejak awal tahun.
Pemkot Semarang juga mendorong keakuratan pemutakhiran data kependudukan melalui aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD.
“Setiap pemohon bisa aktivasi IKD. Masyarakat bisa melihat data kependudukannya sendiri, melakukan pemutakhiran,” kata Wali Kota Semarang.
Sementara Pemkot Semarang juga terus mengembangkan inovasi pelayanan daring melalui SiDnOK atau Sistem Informasi Dokumen Online Kependudukan.
“Pelayanan daring ini bisa dari mana saja, sehingga masyarakat Semarang tidak selalu harus datang ke kantor,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Semarang menyebut bahwa pada Desember 2025 Pemkot Semarang telah mengirimkan undangan perekaman KTP-el melalui kegiatan KKN Tematik.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena memanfaatkan liburan sekolah, sehingga pelayanan awal tahun jumlah pemohon bisa lebih normal,” pungkas Wali Agustina Wilujeng.
Penulis: Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.