Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 15 Jan 2026 22:10 WIB

SPMB PKBM Bangun Bangsa Semarang Usung Pendidikan Inklusif


					SPMB PKBM Bangun Bangsa Semarang Usung Pendidikan Inklusif Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pelaksanaan SPMB 2026 menjadi momentum penting bagi PKBM Bangun Bangsa Semarang memperluas akses pendidikan nonformal yang adil dan inklusif.

Kepala PKBM Bangun Bangsa, Raafi Rizqi, S.H, menjelaskan bahwa SPMB 2026 tidak hanya sebagai proses penerimaan peserta didik.

Namun, sebagai wujud komitmen PKBM Bangun Bangsa menghadirkan pendidikan yang ramah, terbuka, serta manfaat untuk masyarakat Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Raafi Rizqi, S.H, saat wawancara dengan Kabarjateng.id melalui keterangan tertulis, Kamis (15/1).

Menurut Raafi Rizqi, penetapan waktu SPMB 2026 setelah Idul Fitri bukan tanpa alasan.

Kebijakan ini menyesuiakan kalender libur nasional agar seluruh pihak memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri.

Untuk Pelaksanaan SPMB, PKBM Bangun Bangsa Semarang juga memandang bahwa momentum pasca-Idul Fitri merupakan waktu tepat.

Oleh karena masyarakat sudah kembali aktivitas secara normal, baik dari sisi ekonomi maupun administrasi.

“Kami memanfaatkan periode ini untuk menyelesaikan seluruh persiapan administratif, sistem pendaftaran, serta memperkuat sosialisasi kepada calon peserta didik,” jelasnya.

Prinsip Keadilan

Lebih lanjut, Raafi Rizqi menegaskan bahwa sistem penerimaan murid baru tahun ini memiliki perbedaan mendasar dari sistem PPDB sebelumnya.

Ia menilai lebih baik karena mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, dan orientasi pelayanan.

PKBM Bangun Bangsa Semarang juga melihat bahwa pada sistem PPDB kerap menimbulkan kendala bagi masyarakat.

Karena adanya batasan usia, zonasi, dan persyaratan administratif yang ketat.

Sebaliknya, SPMB membuka ruang lebih luas bagi semua kalangan mengakses pendidikan.

“Jadi memungkinkan warga belajar dari perbedaan latar belakang, termasuk mereka yang putus sekolah, pekerja, hingga masyarakat kurang mampu, untuk memperoleh hak pendidikan,” ujar Raafi Rizqi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan penerimaan murid baru lebih fleksibel dan humanis sangat sesuai dengan kondisi riil masyarakat Kota Semarang.

PKBM Bangun Bangsa menilai bahwa pendidikan tidak boleh dibatasi oleh formalitas semata, melainkan harus hadir sebagai solusi nyata.

Dalam pelaksanaannya, SPMB PKBM Bangun Bangsa Semarang dirancang dengan mekanisme yang sederhana dan transparan.

Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di lokasi PKBM Bangun Bangsa maupun melalui media komunikasi yang mudah diakses, seperti WhatsApp.

Langkah ini diambil agar calon peserta didik tidak mengalami kesulitan teknis dalam proses pendaftaran.

PKBM Bangun Bangsa juga menetapkan persyaratan administrasi yang jelas dan tidak berbelit. Apabila calon peserta didik mengalami kendala dokumen, tim PKBM Bangun Bangsa siap memberikan pendampingan.

Seluruh informasi perihal jadwal, persyaratan, hingga alur penerimaan secara terbuka melalui media sosial dan kanal resmi PKBM Bangun Bangsa Semarang.

Proses penerimaan tidak bersifat selektif atau kompetitif, melainkan berbasis verifikasi data dan kesiapan belajar.

Untuk pembiayaan, PKBM Bangun Bangsa menerapkan biaya secara ringan dan transparan.

Sederhana dan Humanis

Raafi Rizqi juga menerangkan keterangan biaya itu guna mendukung proses administrasi dan layanan pembelajaran.

Bahkan, PKBM Bangun Bangsa Semarang memberi keringanan pembebasan biaya bagi peserta didik keluarga kurang mampu, warga belajar putus sekolah, maupun peserta kondisi khusus.

“Kami memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang dalam mengikuti SPMB 2026 di PKBM Bangun Bangsa,” tegasnya.

Masyarakat juga dapat melakukan proses pengajuan keringanan biaya secara sederhana dan humanis.

Calon peserta didik cukup menyampaikan kondisi ekonomi saat pendaftaran SPMB, melengkapi dokumen pendukung seperti SKTM atau kepesertaan DTKS.

Tim PKBM Bangun Bangsa kemudian melakukan verifikasi tanpa prosedur yang memberatkan.

Selain itu, PKBM Bangun Bangsa Semarang mengoptimalkan dukungan program pemerintah dan kemitraan agar layanan pendidikan SPMB 2026 mendapat akses gratis atau ramah biaya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya PKBM Bangun Bangsa dalam mendorong pemerataan akses pendidikan wilayah Kota Semarang.

Melalui SPMB 2026, PKBM Bangun Bangsa menawarkan program pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA.

Tidak hanya itu, PKBM Bangun Bangsa juga menyediakan pelatihan keterampilan seperti barista, konten kreator hingga desain grafis.

Tujuan program ini agar lulusan SPMB tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.

Raafi Rizqi memiliki harapan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 PKBM Bangun Bangsa Semarang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum menyentuh pendidikan.

Dengan sistem sederhana, transparan, dan inklusif, PKBM Bangun Bangsa optimistis SPMB 2026 mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal.

Sekaligus memperkuat peran PKBM Bangun Bangsa sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia se-Kota Semarang.

 

Penulis: Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

320 Peserta Ramaikan Turnamen E-Sport MLBB Polres Semarang di Benteng Willem II

26 April 2026 - 23:01 WIB

Putri Wagub Jateng Ukir Prestasi, Raih Juara Robotik Nasional 2026

26 April 2026 - 18:31 WIB

Wagub Jateng Dorong Kolaborasi dengan Rifa’iyah untuk Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Dakwah

26 April 2026 - 17:26 WIB

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

26 April 2026 - 17:07 WIB

Stop Hoaks! Gubernur Luthfi Serukan Masyarakat Aktif Cek Fakta di Era Digital

26 April 2026 - 16:52 WIB

Humas PSHT Se-Soloraya Digembleng di Surakarta, Perkuat Literasi Media dan Citra Organisasi

26 April 2026 - 15:17 WIB

Trending di Daerah