Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak · 15 Jan 2026 21:51 WIB

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Midah, Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan


					Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Midah, Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Perbesar

DEMAK, Kabarjateng.id – Musibah tenggelam kembali merenggut nyawa anak di Kabupaten Demak. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Midah, Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kamis (15/1/2026).

Korban diketahui bernama Muhammad Syaifudin, siswa kelas II sekolah dasar yang tinggal di Desa Banteng Mati, Kecamatan Mijen.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban bermain air di sungai bersama sejumlah teman sebayanya.

Menurut keterangan saksi di lokasi, Wihastanto (47), yang berprofesi sebagai tukang bangunan, awalnya korban terlihat ikut bermain di sekitar aliran sungai.

Namun setelah beberapa waktu, keberadaan korban tidak lagi terlihat oleh teman-temannya.

“Teman-temannya sempat kebingungan karena korban tidak kelihatan. Di sekitar lokasi hanya ditemukan sepeda milik korban,” ujar Wihastanto.

Menyadari korban menghilang, teman-teman korban berusaha melakukan pencarian secara mandiri di sekitar sungai.

Karena tidak membuahkan hasil, mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Upaya pencarian terus dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban selanjutnya segera dibawa ke bidan desa setempat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyampaikan bahwa laporan diterima melalui layanan darurat Call Center 110, dan petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

“Petugas Pamapta Polres Demak segera mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal dunia akibat tenggelam, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di musim hujan.

Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih deras, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan anak.

“Kejadian anak tenggelam di sungai atau saluran air hampir terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, kami mengimbau agar orang tua tidak lengah dan selalu memantau aktivitas anak-anaknya,” tegas Iptu Said.

Ia menambahkan, peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah kejadian serupa agar tidak kembali terulang.

“Pengawasan bersama diharapkan dapat melindungi anak-anak dari risiko kecelakaan air yang fatal,” pungkasnya.

 

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG