SRAGEN, Kabarjateng.id — Komitmen Perum BULOG untuk hadir langsung dalam pembangunan desa kembali tercermin lewat kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bertempat di Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, BULOG meluncurkan Program Industry Ecosociosystem dan menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat, Minggu (28/12).
Program ini tidak sekadar berbentuk seremonial, tetapi diiringi implementasi nyata berupa pengembangan budidaya jamur tiram yang memanfaatkan sekam padi—hasil samping proses pengolahan di Sentra Penggilingan Padi (SPP) BULOG Sragen. Langkah inovatif ini diharapkan membuka ruang ekonomi baru bagi warga desa.
Kegiatan peluncuran dihadiri Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto; Bupati Sragen, Sigit Pamungkas; serta Dekan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, Prof. Herman Saputro.
Kehadiran unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi simbol kolaborasi yang saling melengkapi.
Sudarsono menegaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memperoleh keterampilan dan peluang usaha baru.
“Sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah, kini dapat dikelola menjadi peluang ekonomi. BULOG ingin memastikan masyarakat sekitar operasional perusahaan ikut mendapat manfaat langsung,” ujarnya.
Program Industry Ecosociosystem berfokus pada tiga bidang utama: peningkatan kompetensi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengembangan UMK.
Desa Jekani menjadi titik awal penerapan karena karakter wilayahnya yang dekat dengan SPP BULOG Sragen dan memiliki kelompok tani jamur yang membutuhkan dukungan pasca pandemi Covid-19. Kerja sama dengan Program Studi D3 Agribisnis Sekolah Vokasi UNS turut menjadi jembatan agar pendampingan akademik dan transfer ilmu berjalan efektif.
Di sisi lain, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BULOG yang selama ini tidak hanya berperan pada urusan stok pangan, tetapi juga pembangunan sosial masyarakat.
“Program seperti ini memberi tambahan harapan bagi masyarakat desa. Tidak hanya membangkitkan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri bahwa desa mampu mandiri,” tuturnya.
Selain membangun ekosistem usaha, BULOG turut menjawab kebutuhan mendasar warga melalui pembangunan sumur air bersih yang difasilitasi lewat Program TJSL Peduli Air Bersih dan Sanitasi.
Selama hampir 20 tahun, sekitar 300 KK di Kebayanan Garut harus bertahan hidup dengan pasokan air terbatas. Bantuan ini menjadi titik awal perubahan, termasuk bagi fasilitas ibadah yang sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan air.
Program budidaya jamur tiram yang dijalankan juga dilengkapi pelatihan teknis, pembangunan kumbung berkapasitas 6.500 baglog, alat steamer, dan penerapan teknologi Smart Kumbung berbasis Internet of Things (IoT).
Teknologi ini memungkinkan pengelolaan suhu dan kelembapan dilakukan secara presisi, sehingga produktivitas panen dapat meningkat.
Melalui langkah-langkah tersebut, BULOG berharap Desa Jekani dapat tumbuh sebagai model ekonomi berbasis agroindustri yang mandiri dan berkelanjutan.
Ke depan, BULOG menargetkan ekosistem ini tidak berhenti di Sragen, tetapi menjadi inspirasi bagi desa lain di Indonesia.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.