ACEH TAMIANG – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Sumatera Utara bersama Komunitas Masyarakat Santri (KOMAS) Sumatera Utara.
Kedua organisasi tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Senin (15/12).
Sejak pagi hari, rombongan relawan bergerak dari titik kumpul di kawasan Babussalam, Tanjung Pura, sekitar pukul 06.00 WIB.
Perjalanan menuju lokasi terdampak dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang masih cukup sulit akibat sisa banjir.
Aksi ini merupakan wujud solidaritas alumni pesantren dan masyarakat santri terhadap saudara-saudara mereka yang tengah mengalami musibah.
Menjangkau Wilayah Paling Membutuhkan
Pada tahap ketiga ini, penyaluran bantuan difokuskan ke sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Lokasi sasaran meliputi Desa Sekumur, Desa Rantau Bintang, Desa Sulum Jaya, Desa Suka Makmur, serta Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, relawan menggunakan armada gabungan berupa empat unit mobil pribadi dan dua truk logistik.
Seluruh bantuan diupayakan dapat diterima langsung oleh masyarakat meskipun harus menembus akses jalan yang rusak dan berlumpur.
Dukungan Para Donatur
Keberhasilan kegiatan kemanusiaan ini tidak terlepas dari peran para muhsinin yang telah mempercayakan donasinya kepada relawan.
Total dana tunai yang berhasil dihimpun tercatat lebih dari Rp80 juta. Kontribusi terbesar berasal dari Warisan Batik Indonesia (WBI) sebesar Rp30 juta, Ibu Yanti sebesar Rp50 juta, serta dukungan dari Toko Zulaika Binjai.
Selain bantuan dana, relawan juga menyalurkan berbagai kebutuhan logistik, antara lain ratusan karung beras premium, air mineral, pakaian layak pakai untuk anak-anak dan dewasa, jilbab, perlengkapan mandi, serta peralatan kerja seperti sekop dan cangkul guna membantu proses pembersihan sisa material banjir.
Distribusi Berlanjut ke Daerah Terisolasi
Aksi kemanusiaan ini masih akan berlanjut. Pada 20 Desember 2025 mendatang, tim relawan KOMAS wilayah Aceh dijadwalkan melaksanakan distribusi tahap berikutnya.
Fokus utama diarahkan pada desa-desa yang hingga kini masih terisolasi dan minim akses bantuan.
Selain membawa kebutuhan pokok dan peralatan dapur umum, relawan juga akan mengikutsertakan perangkat komunikasi Starlink.
Teknologi ini diharapkan mampu membantu memulihkan akses komunikasi warga di wilayah yang jaringan telekomunikasinya terputus akibat bencana.
Koordinator relawan, Ustadz Abdullah Sani, menegaskan bahwa sinergi antara alumni pesantren, komunitas santri, dan masyarakat merupakan modal penting dalam merespons bencana.
Menurutnya, kolaborasi lintas elemen sangat dibutuhkan agar penanganan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KOMAS, Baharuddin Harahap, mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersatu membantu pemulihan wilayah terdampak.
Ia menilai kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor telah melumpuhkan aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sumatera.
Sekilas Tentang IKPM Gontor dan KOMAS
IKPM Gontor Cabang Sumatera Utara merupakan wadah silaturahmi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan.
Sementara KOMAS adalah komunitas yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai kesantrian. Keduanya konsisten mengambil peran dalam aksi-aksi kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.