DEMAK, Kabarjateng.id — Pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 di wilayah hukum Polres Demak resmi berakhir pada Minggu (30/11/2025).
Selama dua pekan berlangsung, operasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan situasi kondusif menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Demak.
Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menjelaskan bahwa operasi yang dimulai sejak 17 November 2025 tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas.
Menurutnya, aspek keselamatan pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama.
“Operasi Zebra bukan hanya menyasar penindakan, tetapi juga membangun budaya tertib di jalan raya. Keselamatan masyarakat menjadi fokus kami,” ungkap Kapolres saat memberikan keterangan di Mapolres Demak, Senin (1/12).
Selama operasi berlangsung, sebanyak 990 pelanggaran berhasil ditindak. Rinciannya, 896 pelanggar diberikan teguran, 61 dikenai sanksi melalui ETLE, dan 33 pengendara ditilang secara manual.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi metode utama dalam proses penegakan hukum.
Polres Demak juga memperkuat kegiatan preemtif dan preventif untuk menekan angka pelanggaran.
Sosialisasi tertib lalu lintas dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat PAUD, pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, hingga instansi pemerintahan.
Edukasi juga diberikan kepada komunitas pengguna jalan, seperti pengemudi ojek online, tukang ojek wisata Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, pengayuh becak, pedagang, hingga kusir andong di area Jogoloyo.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat—dari berbagai latar belakang—memahami pentingnya keselamatan di jalan.
Sebagai bagian dari kampanye, Satlantas Polres Demak membagikan 4.170 pamflet serta 2.765 stiker imbauan tertib berlalu lintas.
Upaya lain yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir angkutan umum, guna memastikan kondisi pengemudi tetap fit saat bertugas di masa liburan.
Tidak hanya itu, Polres Demak bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja menggelar ramp check terhadap bus pariwisata untuk memastikan kelayakan kendaraan menjelang musim perjalanan akhir tahun.
Dari hasil evaluasi, sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan antara lain pengendara sepeda motor tanpa helm SNI, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, membawa penumpang lebih dari satu orang, serta melawan arus.
AKBP Ari Cahya Nugraha mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
“Dengan berakhirnya Operasi Zebra, kami berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh sehingga risiko kecelakaan menjelang Nataru bisa ditekan,” ujar Kapolres.
“Kami mengimbau warga Demak untuk selalu menaati aturan, memakai perlengkapan keselamatan, dan berkendara secara bertanggung jawab. Keselamatan di jalan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang menunggu di rumah,” pungkasnya. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.