SEMARANG, Kabarjateng.id – Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) Semarang resmi dilaunching pada kegiatan reses anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Semarang yang digelar di halaman Sekolah Nurul Huda, Jalan Sembungharjo RT 003 RW 004, Kecamatan Genuk, Minggu (30/11) siang.
Peresmian TSPP Semarang dilakukan langsung oleh KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, disaksikan para ulama, pengurus PPP, serta ratusan jemaah.
Peluncuran TSPP Semarang turut dihadiri tokoh karismatik KH Ahmad Haris Shodaqoh, Pengasuh Pesantren Al-Itqon Bugen, jajaran pengurus PPP Kota Semarang, jemaah TSPP, para ulama Sembungharjo, serta warga yang mengikuti agenda reses DPRD.
Kehadiran TSPP Semarang menjadi wadah baru bagi jemaah PPP untuk memperkuat spiritual, silaturahmi, dan soliditas politik.
Dalam sambutannya, Gus Idror menegaskan bahwa kehadiran TSPP Semarang menjadi bukti kuatnya peran ulama di tubuh PPP Kota Semarang.
Ia menyebut TSPP Semarang akan menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan hati, pikiran, dan langkah perjuangan umat.
“Kegiatan ini menegaskan bahwa PPP masih memiliki banyak kiai di Kota Semarang. Semoga TSPP Semarang menjadi gerbang bagi ulama untuk membersamai kita sampai hari kiamat,” ujar Gus Idror dalam kegiatan reses tersebut.
Pada kesempatan itu, Gus Idror juga memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Kota Semarang dari PPP.
“Saya juga mengapresiasi anggota DPRD Kota Semarang, Bapak Hasan Bisri, yang selama ini aktif turun langsung ke masyarakat, mendengar aspirasi warga, dan konsisten membantu memperkuat gerakan jemaah PPP di seluruh Kota Semarang,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan TSPP Semarang menjadi energi baru bagi warga PPP untuk terus menjaga nilai agama, gotong royong, serta kebersamaan di tengah kondisi nasional yang dinilainya banyak diwarnai pertikaian.
Gus Idror menegaskan bahwa TSPP Semarang akan menjadi ruang kebangkitan warga PPP Kota Semarang.
“Hari ini berbeda dengan situasi nasional. TSPP Semarang adalah wujud baru untuk bangkit dan saling membangun umat serta ulama,” tegasnya.
Gus Idror menambahkan bahwa perjuangan politik PPP tidak bisa dipisahkan dari nilai ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan jemaah melalui TSPP Semarang.
“Dalam jemaah PPP di sini, kita semua didawuhi Kanjeng Nabi agar selalu bahu membahu dan gotong royong menjadi organisasi bermanfaat. TSPP Semarang adalah jalan untuk memperkuat itu semua,” ungkapnya.
Sementara itu, KH Ahmad Haris Shodaqoh menegaskan bahwa PPP sejak awal merupakan organisasi yang dibangun oleh ulama dan harus tetap dipimpin ulama.
Ia menyebut TSPP Semarang sebagai momentum evaluasi sekaligus pembinaan bagi seluruh kader PPP.
“Kalau PPP adalah organisasi biasa, saya sudah lama meninggalkan. Tetapi PPP dibentuk dan dilanjutkan oleh para ulama. Dan TSPP Semarang menjadi pengingat kita,” ujarnya.
Menurut KH Haris, PPP harus terus memperkuat nilai amar ma’ruf nahi munkar dalam setiap langkah perjuangannya.
Ia menyebut keberadaan TSPP Semarang sebagai tonggak untuk menghidupkan kembali semangat di Kota Semarang dan Jawa Tengah.
“Menjadikan jemaah PPP sebagai ibadah melalui organisasi politik adalah tanggung jawab kita bersama. Dan hari ini TSPP Semarang mencatat sejarah kebangkitan itu,” ungkapnya.
Sementara dalam agenda reses, anggota DPRD Kota Semarang dari PPP, KH Hasan Bisri, menyampaikan bahwa pembangunan bangsa tidak bisa dilepaskan dari persatuan dan keteguhan umat dalam beribadah.
Ia menegaskan bahwa TSPP Semarang harus menjadi pusat penguatan spiritual warga PPP.
“Untuk Allah berkenan menghilangkan bencana, kita harus memperkuat ibadah. Maka PPP melalui TSPP Semarang harus perlu ikut terlibat dalam mengatur dan membangun bangsa yang kita cintai bersama,” jelasnya.
Peluncuran TSPP Semarang bersamaan dengan reses DPRD mengukuhkan peran ulama, dan kader PPP menjaga nilai perjuangan partai.
TSPP Semarang diharapkan menjadi langkah awal konsolidasi besar PPP Kota Semarang memperkuat akar spiritual dan politik, sekaligus menjaga nilai amar ma’ruf nahi munkar sebagai landasan utama perjuangan.
Penulis: Wahyu Hamijaya
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.