BREBES, Kabarjateng.id – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, SH, bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Program Berbasis Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Hijau” di Rumah Makan Seribu Rasa, Kalisalak, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabtu (29/11/2025).
Acara tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, serta undangan dari kawasan Brebes Selatan hingga sebagian wilayah Brebes Utara.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pembangunan infrastruktur ramah lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Resmikan IPAL Desa Mendala
Sebelum sesi sosialisasi dimulai, Shanty Alda terlebih dahulu meresmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog.
Peresmian dilakukan melalui prosesi pengguntingan pita dan pecah kendi sebagai tanda dimulainya pengoperasian fasilitas tersebut.
Pembangunan IPAL ini merupakan realisasi aspirasi warga yang disampaikan melalui Shanty Alda kepada Komisi XII DPR RI, yang membidangi sektor energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi.
Proyek tersebut direalisasikan melalui kerja sama Komisi XII dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam sambutannya, Shanty Alda menilai kehadiran IPAL sangat penting bagi masyarakat pedesaan, terutama dalam menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan sanitasi.
“Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat secara bersama-sama, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. IPAL bukan hanya proyek fisik, tetapi kebutuhan mendasar untuk menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan infrastruktur lingkungan merupakan komitmen Komisi XII, terutama untuk daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pengolahan limbah.
Dorong Kesadaran Lingkungan dan Kolaborasi Publik
Dalam sesi sosialisasi, Shanty Alda juga menyinggung persoalan pencemaran yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan upaya kolektif.
“Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa, tetapi kita juga menghadapi tingkat pencemaran yang mengkhawatirkan. Air di berbagai wilayah sudah tercemar, dan limbah domestik terus bertambah setiap hari,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan program pembangunan infrastruktur hijau sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kolaborasi adalah kunci. Jika semua pihak terlibat aktif, maka program berbasis masyarakat ini dapat berjalan efektif dan mampu memberikan perubahan nyata,” tegas Shanty Alda.
Ia berharap program ini menjadi pijakan awal yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi warga Brebes serta menjadi inspirasi bagi daerah lain. (wb)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.