Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi & Bisnis · 21 Nov 2025 15:59 WIB

1.257 Lahan Siap Dibangun, Pergudangan Koperasi Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Desa di Jawa Tengah


					1.257 Lahan Siap Dibangun, Pergudangan Koperasi Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Desa di Jawa Tengah Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat ekosistem koperasi melalui percepatan pembangunan pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Sebanyak 1.257 lahan kini telah siap dibangun sebagai bagian dari perluasan jaringan logistik koperasi di seluruh wilayah Jateng.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas KDMP sudah berjalan signifikan sejak peletakan batu pertama pada 17 Oktober 2025.

“Saat ini progresnya terus bergerak. Ada 1.257 lahan yang benar-benar siap bangun di berbagai kabupaten/kota,” ujarnya usai menghadiri Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jawa Tengah 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (21/11/2025).

Eddy menambahkan, perkembangan KDMP di Jateng menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, 8.523 unit KDMP telah memperoleh badan hukum, dan 3.891 di antaranya sudah aktif beroperasi dengan total 136.112 anggota serta akumulasi modal bersama mencapai Rp 25,2 miliar.

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa Jawa Tengah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan KDMP secara nasional.

Menurut Ferry, secara keseluruhan terdapat sekitar 32.000 lahan siap bangun untuk pergudangan KDMP di seluruh Indonesia, dan sekitar 16.000 unit sedang dalam proses pembangunan fisik.

“Data ini terus diperbarui setiap hari. Kami berharap penyelesaian pembangunannya bisa tuntas tahun depan,” katanya.

Ferry turut menjelaskan bahwa desain fisik pergudangan KDMP dibuat menyerupai minimarket modern yang berfungsi sebagai pusat distribusi produk ekonomi kerakyatan.

Fasilitas ini diharapkan mampu bersinergi dengan koperasi desa yang telah lama berdiri, BUMDes, warung rakyat, serta pasar tradisional.

“Kita ingin membangun sinergi yang saling menguatkan. Ekonomi rakyat harus dikembangkan bersama. Yang kita lawan itu praktik ‘serakahnomics’,” tegasnya.

Ferry juga menilai Jawa Tengah memiliki sejarah kuat dalam perkembangan gerakan koperasi di Indonesia. Banyumas, misalnya, menjadi daerah yang pertama kali melahirkan gerakan koperasi di Tanah Air.

“Peluncuran KDMP di Klaten kemarin menjadi momentum penting. Saya berharap Jawa Tengah betul-betul menjadi provinsi koperasi modern Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan bahwa Pemprov Jateng berharap Dekopinwil Jateng dapat terus berperan strategis dalam membina koperasi, baik KUD yang sudah lama berdiri maupun KDMP yang kini berkembang pesat.

“Kami berharap Dewan Koperasi Wilayah Jateng bisa mengatur, membimbing, dan memperkuat jaringan KUD maupun KDMP sehingga tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ujarnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Penyuluhan PPGD, Siap Hadapi Kondisi Darurat

4 Mei 2026 - 16:13 WIB

Tinggalkan Gawai Sejenak, Siswa SMPIT Nidaul Hikmah Jalani Live In dan Belajar Hidup Sederhana

4 Mei 2026 - 15:58 WIB

Ribuan Personel Gabungan Kawal Aksi Nelayan di Pati dengan Pendekatan Humanis

4 Mei 2026 - 12:43 WIB

HANJOGED Meriahkan Hari Tari, Penari Tengaran Tampil Memukau di RTH Klero

4 Mei 2026 - 11:35 WIB

Resmi Dilantik, PC JATMA Aswaja Kabupaten Jepara Tancap Gas untuk Kemaslahatan Umat

4 Mei 2026 - 11:15 WIB

Polres Tegal Laksanakan Rotasi Jabatan, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

4 Mei 2026 - 11:06 WIB

Trending di Daerah