Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jepara · 13 Nov 2025 21:24 WIB

Polisi Bongkar Makam ART di Jepara untuk Ungkap Penyebab Kematian di Rumah Majikan


					Polisi Bongkar Makam ART di Jepara untuk Ungkap Penyebab Kematian di Rumah Majikan Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id – Jajaran Polres Jepara bersama tim dari Polda Jawa Tengah melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam seorang asisten rumah tangga (ART) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Kamis (13/11/2025).

Langkah ini dilakukan guna mengungkap penyebab kematian korban yang meninggal di rumah majikannya beberapa hari lalu.

Pantauan di lokasi menunjukkan, proses pembongkaran makam menarik perhatian ratusan warga yang memadati area TPU sejak pagi hari.

Sejumlah anggota keluarga korban turut hadir untuk menyaksikan langsung jalannya ekshumasi yang dimulai sekitar pukul 10.48 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna membenarkan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa makam yang dibongkar adalah milik seorang perempuan berinisial K (54), warga Desa Kerso, yang sebelumnya bekerja sebagai ART di wilayah Kecamatan Batealit.

“Benar, hari ini dilakukan ekshumasi terhadap jenazah K. Tindakan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan menggunakan metode Scientific Crime Investigation dengan melibatkan Unit Identifikasi, Bidlabfor, dan Biddokkes Polda Jateng,” ungkap AKP Dwi Prayitna.

Menurutnya, pembongkaran makam tersebut bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hasil ekshumasi diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat unsur kekerasan, penganiayaan, atau penyebab lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, korban diketahui meninggal di rumah majikannya di Kecamatan Batealit pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak Puskesmas Batealit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang mencolok pada tubuh korban, namun terdapat lebam pada bagian wajah yang menimbulkan kecurigaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, memang tidak ditemukan luka terbuka, tetapi ada lebam di wajah korban. Karena itu kami merasa perlu melakukan pemeriksaan lanjutan melalui proses ekshumasi,” tambahnya.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.

Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme penyidikan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi keluarga almarhumah. (ks)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG