Menu

Mode Gelap
 

Headline · 28 Okt 2025 23:08 WIB

Pemprov Jawa Tengah Siapkan 150 Lokasi untuk Program Kecamatan Berdaya


					Pemprov Jawa Tengah Siapkan 150 Lokasi untuk Program Kecamatan Berdaya Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 150 titik proyek percontohan untuk Program Kecamatan Berdaya yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Program tersebut akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kecamatan sebagai motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat.

Peluncuran perdana rencananya dilakukan secara serentak oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada 30 Oktober 2025.

Acara utama akan dipusatkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, dan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kami sudah menyiapkan peluncuran untuk seluruh Kecamatan Berdaya. Kegiatan utama akan berlangsung di Sragen, sementara kabupaten/kota lain melaksanakan secara serentak di wilayah masing-masing,” ujar Kepala Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Tri Harso Widhirahmanto, usai menyampaikan laporan perkembangan program kepada Gubernur Ahmad Luthfi, Selasa (28/10/2025).

Tri Harso menjelaskan bahwa penetapan 150 pilot project merupakan tindak lanjut dari terbitnya petunjuk teknis serta Surat Keputusan (SK) tim pembina Kecamatan Berdaya.

Selain itu, rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga telah digelar untuk menyusun rencana aksi tahun 2026–2030. Sejumlah OPD yang terlibat di antaranya Bappeda, DP3AKB, Disporapar, Dinas Sosial, dan Dispermasdes.

Ia menambahkan, program ini memiliki empat bidang prioritas yang menjadi fokus pelaksanaan.

Pertama, penguatan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang kini telah terbentuk sebanyak 149 unit.

Kedua, pemberdayaan Zilenial melalui kartu identitas khusus yang mendorong partisipasi generasi muda.

Ketiga, peningkatan layanan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Dan keempat, pengembangan sport center di tingkat kecamatan sebagai sarana kebugaran dan interaksi masyarakat.

“Setiap bidang memiliki koordinator dengan tugas dan fungsi yang jelas. Misalnya, RPPA sudah kami bentuk dan diberikan pelatihan paralegal agar mampu menangani kasus kekerasan terhadap perempuan serta aduan masyarakat,” jelas Tri Harso.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Program Kecamatan Berdaya merupakan langkah konkret untuk memperpendek rentang kendali antara pemerintah provinsi dan desa.

Dengan konsep ini, kecamatan diharapkan mampu menjadi simpul pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang lebih cepat dan tepat sasaran.

“Program ini dirancang agar bisa langsung menyentuh masyarakat di desa-desa, sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Kecamatan harus menjadi pusat pemberdayaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, Kecamatan Berdaya menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sebagai wujud nyata kolaborasi dalam membangun Jawa Tengah yang inklusif dan berdaya saing. (di)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Polri Jaga Ketat Final Voli Pordus Ngadirojo

3 Mei 2026 - 18:23 WIB

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Trending di Daerah