SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan penjelasan terkait pencopotan tiga jajaran direksi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Semarang.
Evaluasi dilakukan terhadap PDAM Tirta Moedal, PT Bhumi Pandanaran Sejahtera, serta Semarang Zoo, sebagai bagian dari upaya pembenahan manajemen sekaligus peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.
Agustina menuturkan, rotasi kepemimpinan di BUMD tersebut diambil agar pengelolaan perusahaan daerah lebih profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan ke depan. Langkah ini juga diharapkan berkontribusi positif dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Semua tahapan sudah sesuai aturan dan melewati proses kajian. Harapannya, seluruh pihak bisa memahami bahwa kebijakan ini demi kebaikan Kota Semarang. Kami juga berkomitmen untuk melaksanakan semuanya secara terbuka dan transparan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jajaran direksi baru nantinya diwajibkan menyusun business plan yang jelas, berorientasi kinerja, dan selaras dengan indikator pencapaian (KPI) yang telah ditentukan.
“Kami ingin mereka memulai penyusunan rencana bisnis dari awal, dengan pola pikir profesional, serta berfokus pada hasil kerja nyata,” tegasnya.
Menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak sumber daya manusia berkualitas yang tidak hanya cakap dalam berbisnis, tetapi juga memiliki jiwa pelayanan publik. Karena itu, ia berharap direksi BUMD ke depan bisa mencerminkan karakter tersebut.
“Semarang memiliki banyak orang pintar dan berorientasi pelayanan. Kami ingin BUMD ditangani oleh mereka yang paham bisnis sekaligus memiliki komitmen melayani masyarakat,” ujarnya.
Agustina menegaskan, proses rekrutmen pengganti direksi akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, dengan melibatkan kalangan akademisi serta pihak independen yang berkompeten.
“Pengisian jabatan yang kosong akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, transparan, dan sudah melalui kajian mendalam,” tandasnya. (day)






