Menu

Mode Gelap
 

Headline · 1 Sep 2025 15:11 WIB

Forum Mursyidin Indonesia Tegaskan Peran Tarekat dalam Menjaga Misi Keumatan


					Forum Mursyidin Indonesia Tegaskan Peran Tarekat dalam Menjaga Misi Keumatan Perbesar

DEMAK, Kabarjateng.id – Para mursyid dan tokoh tarekat dari berbagai daerah di Indonesia menyuarakan keprihatinan terhadap fenomena penyimpangan dalam praktik tasawuf masa kini.

Mereka menilai ada pihak-pihak yang mengaku sebagai mursyid namun tidak menunjukkan kedalaman ilmu maupun perilaku yang mencerminkan adab seorang guru spiritual.

Popularitas yang dibangun melalui media sosial bahkan terkadang dimanfaatkan untuk kepentingan pencitraan politik.

Menyikapi hal tersebut, Forum Mursyidin Indonesia (FMI) menggelar rapat terbatas di Pondok Pesantren Darul Ma’wa, Mranggen, Demak, pada Sabtu (30/8/2025).

Pertemuan ini dihadiri mursyid, khalifah, badal, serta perwakilan tarekat dari berbagai wilayah.

Agenda utama membahas penguatan peran mursyid, kode etik dalam bertarekat, serta upaya menjaga misi keumatan yang diwariskan para pendahulu.

Syekh Prof. Dr. Abdul Hadi Muthohhar selaku tuan rumah menegaskan bahwa mursyid adalah penghubung spiritual antara murid dengan Rasulullah SAW melalui jalur tarekat.

“Seorang mursyid tidak hanya mengajarkan syariat, tetapi juga membimbing batin murid agar mampu menapaki jalan menuju tujuan spiritual yang sejati,” ujarnya.

Ia menambahkan, seorang mursyid dituntut memiliki sifat-sifat luhur seperti tulus, sabar, amanah, dan penuh kasih sayang, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Etika dan adab mursyid harus dijaga. Jangan sampai martabat tarekat ternodai oleh perilaku yang menyimpang,” tegasnya.

Dalam pembahasan organisasi, FMI menyoroti perlunya pembaruan struktur kepengurusan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman).

Hal ini dilakukan agar kembali sejalan dengan khittah, Peraturan Dasar, serta Peraturan Rumah Tangga organisasi.

Selain itu, forum juga menegaskan pentingnya menjaga kesamaan visi dalam melestarikan ajaran sufi yang murni.

Sejumlah tokoh sufi dari berbagai daerah hadir, di antaranya KH Abdurrohim dari Kalimantan Barat, KH Anis Buntet dari Cirebon, KH Barqul Abid dari Madiun, KH Fathurrohman Thoyib dari Pati, dan KH Hizbulloh dari Boyolali.

Kehadiran mereka memperkuat tekad bersama untuk mengembalikan fungsi mursyid sebagai pembimbing umat, baik dalam aspek rohani maupun kehidupan bermasyarakat.

Selain membahas persoalan tarekat, forum juga menyinggung kondisi bangsa yang akhir-akhir ini diwarnai demonstrasi dan kerusuhan.

FMI menilai hal itu tidak lepas dari lemahnya kepemimpinan yang kurang memahami aspirasi rakyat.

“Kami berharap para pemimpin negeri menjadi teladan, sehingga tercipta suasana yang lebih kondusif,” ungkap Abdul Hadi.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam menjaga amanah, melestarikan tradisi sufi, serta memperkuat peran mursyid dalam membimbing umat menuju kesejahteraan lahir dan batin. (arh)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Langkah Tegas Agustina, Semarang Night Carnival Dibatalkan Demi Keselamatan Warga

3 Mei 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Saat Soeharto Tak Ingin Menjadi Presiden

2 Mei 2026 - 14:30 WIB

Trending di KABAR JATENG