Menu

Mode Gelap
 

KABAR JATENG · 26 Agu 2025 15:19 WIB

Jawa Tengah Raih Penghargaan Nasional Atas Program Penyediaan Perumahan Terbaik


					Jawa Tengah Raih Penghargaan Nasional Atas Program Penyediaan Perumahan Terbaik Perbesar

JAKARTA, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik peringkat pertama dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2025 di Wisma Mandiri II, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, Jawa Tengah dinilai unggul karena mampu mengalokasikan anggaran yang besar di sektor perumahan. Pada tahun 2025, Pemprov Jateng mengalokasikan sebanyak 17.510 unit rumah.

Jumlah ini jauh di atas capaian Provinsi Aceh dengan 3.114 unit di posisi kedua, dan Jawa Timur dengan 2.110 unit di peringkat ketiga.

Menurut Maruarar, pertumbuhan penyediaan rumah subsidi di Jawa Tengah meningkat pesat. Hal tersebut tidak lepas dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dalam memfasilitasi kebutuhan perumahan masyarakat.

“Terima kasih atas kerja kerasnya Pak Gubernur, semoga terus berlanjut dan memberi manfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh pihak terkait untuk semakin serius dalam memberikan pelayanan penyediaan rumah layak huni.

“Kami bisa membantu sekitar 17 ribu unit rumah, terutama untuk masyarakat miskin ekstrem. Ini bukti nyata kerja kolaboratif yang dilakukan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, backlog perumahan di Jawa Tengah pada akhir 2024 masih cukup tinggi, mencapai 1.332.968 unit, yang terdiri dari 1.022.113 backlog kelayakan dan 310.855 backlog kepemilikan.

Karena itu, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran pada 2025 untuk membangun 510 unit rumah baru dan merenovasi 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH) melalui bantuan keuangan ke desa-desa.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menambahkan bahwa capaian ini juga mendukung target nasional program Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan tiga juta rumah.

Menurutnya, program penyediaan perumahan tidak bisa dikerjakan pemerintah provinsi semata, tetapi harus melibatkan pemerintah pusat, kabupaten/kota, hingga sektor swasta melalui CSR.

“Total yang sudah diidentifikasi tahun ini mencapai lebih dari 26 ribu unit, terdiri atas alokasi dari Pemprov Jateng, kabupaten/kota, serta kontribusi perusahaan lewat CSR. Jumlah itu masih bisa bertambah karena banyak pihak yang mulai memberi perhatian pada sektor perumahan,” jelasnya.

Dengan penghargaan ini, Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan anggaran perumahan setiap tahun.

Program ini juga menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah. (di)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG