Menu

Mode Gelap
 

Headline · 23 Agu 2025 21:51 WIB

Kodim 0736/Batang Kerahkan Excavator Bersihkan Sungai Pucung Jetis untuk Antisipasi Banjir


					Kodim 0736/Batang Kerahkan Excavator Bersihkan Sungai Pucung Jetis untuk Antisipasi Banjir Perbesar

BATANG, Kabarjateng.id – Menghadapi datangnya musim penghujan, Kodim 0736/Batang menggelar karya bakti pembersihan Sungai Pucung Jetis di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang.

Kegiatan sepanjang 500 meter ini difokuskan pada pengerukan lumpur dan sampah yang menumpuk di dasar sungai, sebagai langkah nyata mencegah banjir yang kerap menggenangi pemukiman warga.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel Kodim, tetapi juga didukung Polres Batang, BPBD, Satpol PP, dan masyarakat setempat.

Untuk mempercepat pengerjaan, Kodim menurunkan satu unit alat berat excavator yang difungsikan mengeruk lumpur agar aliran sungai kembali lancar.

Dandim 0736/Batang, Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat penting mengingat wilayah Batang sering mengalami banjir musiman.

“Pembersihan sungai ini dilakukan untuk mengurangi risiko air meluap ke pemukiman warga. Total ada sekitar 150 orang yang terlibat, terdiri dari TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat. Dengan adanya excavator, pengerjaan jadi lebih cepat dan efektif,” ujarnya saat meninjau langsung di lokasi, Jumat (22/8/2025).

Menurut Dandim, wilayah Kasepuhan termasuk daerah rawan banjir yang memiliki siklus 10 tahunan.

Karena itu, karya bakti semacam ini akan terus dilanjutkan di titik-titik lain yang rawan tergenang akibat kiriman air dari hulu. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.

“Kami minta warga tidak membuang sampah ke sungai. Sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan memicu banjir saat curah hujan tinggi,” tegasnya.

Kepala BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pemicu agar aksi serupa digalakkan di lokasi lain.

“Selain Sungai Pucung Jetis, kami juga memantau aliran sungai di Klidang yang kerap menimbulkan genangan. Pemda akan lebih fokus pada titik-titik kritis tersebut,” ungkapnya.

Wawan juga menegaskan, partisipasi masyarakat sangat penting.

“Sebagian besar penyumbatan sungai berasal dari sampah rumah tangga. Kami terus mengimbau agar warga disiplin menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT 4 RW 4 Kasepuhan, Saryudi. Ia menyebut bahwa setiap musim hujan, daerahnya hampir selalu terdampak banjir karena merupakan pertemuan dua arus sungai.

“Kurang lebih 150 kepala keluarga terdampak banjir. Ada yang terpaksa mengungsi di masjid, sebagian tetap bertahan di rumah,” terangnya.

Menurutnya, karya bakti ini sangat membantu warga untuk mengurangi risiko banjir.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Dandim dan pemerintah yang telah turun langsung membersihkan aliran sungai. Semoga ke depan banjir bisa diminimalisir,” pungkasnya. (lim)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jawa Tengah Pertama di Indonesia, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah Sejak SD

6 Mei 2026 - 14:45 WIB

Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman

6 Mei 2026 - 12:15 WIB

Polres Jepara Ringkus Komplotan Pencuri Baterai Lithium Tower Telekomunikasi di Pakis Aji

6 Mei 2026 - 11:15 WIB

Investasi Menguat, Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026

6 Mei 2026 - 08:17 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Secara Virtual

6 Mei 2026 - 08:05 WIB

Meriah!! Dua Dekade SMPN 2 Dukuhturi, Fun Run dan Pentas Seni Warnai Perayaan

6 Mei 2026 - 06:38 WIB

Trending di Daerah