JAKARTA, Kabarjateng.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, turut ambil bagian dalam kemeriahan Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) Aloha 2025 yang memasuki hari kedua.
Rangkaian kegiatan ini diisi dengan fun walk dan senam bersama, bertujuan mempererat jalinan silaturahmi keluarga besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Acara dimulai di area Pantai Aloha PIK, dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang hadir bersama istri.
Para peserta berjalan santai menyusuri tepian pantai sambil menikmati panorama laut, sembari membawa semangat menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah fun walk, ratusan peserta mengikuti senam bersama sebagai bagian dari kegiatan family gathering.
Suasana semakin semarak ketika berbagai lomba khas kemerdekaan digelar, melibatkan para Kepala Kantor Wilayah dari jajaran imigrasi dan pemasyarakatan.
Momen tersebut menjadi ajang memperkuat hubungan personal sekaligus sinergi antarwilayah.
Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya menjaga rasa kebersamaan di lingkungan kementerian.
“Acara seperti ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan. Kebersamaan ini akan menjadi energi positif untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa,” ujarnya, Minggu (10/8).
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, juga menyampaikan bahwa IPPA Fest Aloha 2025 menjadi bukti kreativitas pemasyarakatan dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.
“Festival ini membuktikan bahwa pemasyarakatan mampu menyuguhkan acara yang inspiratif, menghibur, sekaligus memberi manfaat, bukan hanya bagi pegawai dan keluarganya, tetapi juga masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kebersamaan di tengah padatnya rutinitas tugas.
“Melalui fun walk, senam, dan lomba yang penuh keceriaan, kita tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga membangun rasa persaudaraan dan solidaritas. Semangat inilah yang akan mendorong peningkatan kinerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke depannya,” tutupnya. (di)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.