JEPARA, Kabarjateng.id – Dalam upaya mencegah keterlibatan anggotanya dalam praktik judi online yang kian marak, Komando Distrik Militer (Kodim) 0719/Jepara mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap ponsel seluruh prajurit.
Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., menyatakan bahwa judi online bukan hanya permainan yang merugikan secara finansial, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap stabilitas mental, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Ia menegaskan bahwa judi online merupakan sistem yang dirancang oleh operator untuk membuat pemain kalah dan terus kecanduan.
“Judi online tidak membuat kaya karena judi online adalah sebuah permainan yang disetting oleh sistem, oleh owner, oleh operator dibuat untuk kita miskin, kalaupun menang 1 Kali 2 kali itu tidak lain hanya untuk menaikkan taruhan,” ujar Letkol Khoirul di Makodim Jepara, Kamis (31/7/2025).
Lebih lanjut, ia memaparkan dampak negatif dari judi online, antara lain gangguan kesehatan mental akibat kecemasan berlebih soal taruhan, terganggunya pola makan dan tidur, hingga menurunnya kualitas ibadah.
Bahkan, yang paling memprihatinkan adalah keretakan rumah tangga yang sering kali terjadi akibat kecanduan judi daring.
“Hubungan rumah tangga itu pasti akan rusak dan berantakan. Khususnya bagi prajurit, ingat bahwa keluarga itu adalah investasi masa depan. Sehebat apapun anda kalau anak dan istri anda itu tidak bahagia, tidak sukses dunia akhirat maka gagal. Jadi judi online akan menghancurkan hubungan dalam keluarga,” tegasnya.
Menurut Letkol Khoirul, judi online bukan sekadar pelanggaran disiplin, tapi juga bagian dari ancaman terhadap bangsa. Ia bahkan menyebut fenomena ini sebagai bentuk “perang modern” yang secara perlahan merusak moral dan masa depan generasi muda Indonesia.
“Presiden yang sudah mencanangkan generasi emas 2045 dengan programnya makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, swasembada pangan itu tidak akan berhasil kalau masyarakatnya hanya berfikir mencari keuntungan sesaat dengan judi online,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Kodim 0719/Jepara telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada beberapa prajurit yang terbukti terlibat.
Hukuman akan diberikan secara proporsional, mulai dari penundaan pangkat, penundaan sekolah, hingga ancaman pemecatan.
“Pastinya hukuman bagi prajurit yang melaksanakan judi online, baik itu yang coba-coba, baik yang sudah parah semuanya mendapatkan hukuman,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan dilakukan secara ketat dengan pengecekan ponsel prajurit secara berkala.
Pendekatan pembinaan juga dilakukan melalui Koramil hingga Kodim, dengan memantau perubahan perilaku anggota yang dicurigai terlibat.
“Anggota yang terlibat tidak sampai 10 orang, tapi bukan berarti 10 itu tidak akan bertambah kalau tidak kita laksanakan upaya pencegahan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Letkol Khoirul mengajak semua pihak, khususnya masyarakat, untuk tidak tergoda oleh iming-iming judi online.
“Anda ingin kaya, carilah pekerjaan bukan hanya mengandalkan keberuntungan yang tidak akan beruntung dengan judi online. Karena Allah itu mengajarkan kita untuk mencari rezeki dari Jalan yang benar. Jadi judi online itu bukan hanya perkara kita mencari uang, tapi kita lebih percaya kepada hal-hal yang lain kecuali Allah,” pungkasnya. (lim)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.