SEMARANG, Kabarjateng.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menggelar sosialisasi secara daring (dalam jaringan) untuk pra Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Dalam tahap awal, Pemerintah Kota (Pemkot) fokus pada jalur afirmasi untuk murid penyandang disabilitas sebagai bagian proses penerimaan murid baru.
Pra SPMB Disdik Kota Semarang ini memulai sosialisasi secara daring melalui kanal YouTube resmi pada Jumat (6/2) pagi.
Pra SPMB Kota Semarang 2026 juga turut mengundang sejumlah pemangku kepentingan kegiatan.
Peserta sosialisasi meliputi Ombudsman Jawa Tengah, BBMP Jateng, Komisi Nasional Disabilitas, Dewan Pendidikan Kota Semarang, serta perwakilan satuan pendidikan.
Dr Putri Marlenny P dari Rumah Duta Revolusi Mental dan Aloysius Kristiyanto Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang hadir sebagai narasumber sosialisasi SPMB 2026.
Lalu, Fariha Lana Najiha menjadi moderator acara mewakili Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus meningkatkan layanan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas.
“Kota Semarang menyediakan unit layanan pendidikan mendampingi anak yang memiliki kebutuhan khusus,” ujar Joko.
Ia menjelaskan bahwa Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Simongan menangani asesmen jalur afirmasi SPMB 2026.
Joko juga mengungkapkan rencana menambah empat lokasi unit layanan baru guna memperluas jangkauan pelayanan pendidikan.
“Tahun ini kami juga akan menambah empat lokasi unit layanan baru untuk memperluas akses pendidikan,” katanya.
Mitra Pemkot
Joko Hartono menilai mekanisme asesmen Mitra Pemkot sebagai tahapan penting sebelum anak penyandang disabilitas mendaftar ke sekolah reguler.
Sementara itu, sekitar 20 mitra Pemkot Semarang menangani asesmen jalur afirmasi dan masyarakat mampu menjangkau biaya asesmen.
“Insyallah asesmen ramah biaya,” ujarnya.
Joko mencatat bahwa pada 2025, sekitar 209 pendaftar murid baru masuk dalam kategori penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, ia memperkirakan jumlah pendaftar SPMB 2026 meningkat hingga 100 persen dari tahun sebelumnya.
Selanjutnya, Joko mendorong sekolah reguler lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang menerima murid penyandang disabilitas tanpa diskriminasi.
“Sekolah Kota Semarang jangan menolak murid penyandang disabilitas. Pemkot Semarang komitmen menjamin hak pendidikan seluruh anak,” tegasnya.
Penulis: kabarjateng.id
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.