SEMARANG, Kabarjateng.id – PSIS Semarang kembali menjadi sorotan setelah rangkaian atau rentetan hasil buruk (kurang memuaskan) yang terus membayangi performa tim.
PSIS belum mampu menjaga konsistensi permainan, terutama meramu strategi kemenangan setiap pertandingan penting.
Salah satu rentetan hasil buruk PSIS Semarang saat menghadapi Kendal Tornado FC, skor telak 0-3 dengan lokasi kandang Stadion Jatidiri, Semarang, pada Jumat (30/1/2026).
Hasil itu memperpanjang catatan negatif PSIS sekaligus menambah tekanan jajaran pelatih dan manajemen PSIS Semarang.
Sebagai langkah evaluasi kinerja tim, manajemen PSIS Semarang secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Jafri Sastra pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Selanjutnya, keputusan ini menjadi langkah strategis PSIS memperbaiki arah tim ke depan.
Kepentingan Jangka Panjang
Asisten Manager PSIS Semarang, Reza Handjika, menyampaikan pernyataan resminya soal keputusan itu.
“Manajemen PSIS Semarang dan coach Jafri Sastra sepakat mengakhiri kontrak kerja sama. Evaluasi yang kami lakukan tujuannya memperbaiki performa PSIS putaran berikutnya,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan jangka panjang PSIS Semarang.
“Kami ingin PSIS tampil lebih kompetitif dan konsisten. Oleh karena itu, perubahan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tim,” katanya.
Reza juga mengungkapkan apresiasi kepada Jafri Sastra atas kontribusinya selama menangani PSIS Semarang.
“Terima kasih kepada coach Jafri Sastra atas dedikasi dan kerja samanya. Semoga sukses selalu di perjalanan karier berikutnya,” tutur Reza Handjika.
Sebelumnya, Jafri Sastra ditunjuk oleh manajemen PSIS Semarang pada 21 November 2025 untuk menggantikan pelatih kepala sebelumnya, Ega Raka.
Sejak saat itu, Jafri Sastra memimpin PSIS mulai pekan ke-12 Pegadaian Championship 2025/26 dengan harapan membawa perubahan positif bagi PSIS Semarang.
Debut Jafri Sastra bersama PSIS Semarang terbilang impresif setelah membawa PSIS meraih kemenangan 1-0 atas Persiba Balikpapan pada 23 November 2025.
Kemenangan tersebut sempat memicu optimisme bahwa Jafri Sastra mampu mengangkat performa PSIS di klasemen.
Dalam masa kepemimpinannya, PSIS Semarang juga mendatangkan sejumlah pemain baru memperkuat tim.
Nama-nama seperti Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, Otavio Dutra, hingga Rafinha menjadi bagian skuad PSIS di bawah arahan Jafri Sastra.
Namun, hasil di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan ekspektasi tinggi manajemen PSIS Semarang.
Dari tujuh pertandingan yang dipimpin Jafri Sastra, PSIS mencatat tiga kemenangan dan empat kekalahan.
Saat ini, PSIS Semarang masih berada di papan bawah Grup 2 atau Grup Timur dengan total 11 poin.
Dari 18 laga, PSIS membukukan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan.
Ke depan, Manajemen bersama PSIS Semarang diharapkan mampu bangkit dan menemukan kembali identitas permainan terbaiknya, sembari memulai babak baru pasca kepergian Jafri Sastra demi memperbaiki prestasi PSIS di kompetisi.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.