Menu

Mode Gelap
 

Semarang Raya · 1 Feb 2026 06:49 WIB

KKMP Sampangan Semarang Jadi Contoh Nasional


					Menko Pangan Zulkifli Hasan Apresiasi KKMP Sampangan di Semarang, Jumat (30/1) | foto: Humas Pemkot Perbesar

Menko Pangan Zulkifli Hasan Apresiasi KKMP Sampangan di Semarang, Jumat (30/1) | foto: Humas Pemkot

SEMARANG, Kabarjateng.id – Mengenai upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan, KKMP Sampangan Semarang justru jadi instrumen strategis.

Tidak semua koperasi mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang modern, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan Semarang jadi role model sebagai percontohan nasional.

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke KKMP Sampangan mencerminkan keseriusan pemerintah pusat.

Yakni, mengevaluasi kesiapan daerah menjalankan program koperasi dengan basis distribusi pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Lawatan itu tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi bagian pemetaan praktik nyata lintas daerah.

Dalam penilaiannya, Menko Pangan menempatkan Jawa Tengah, terutama Semarang, sebagai wilayah tingkat kesiapan menonjol.

Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, kelurahan, dan lintas sektor menjadi faktor penting keberhasilan pelaksanaan KKMP.

“Saya sudah keliling berbagai daerah, dan saya laporkan kepada Presiden bahwa Jawa Tengah, termasuk Semarang, terbaik dalam pelaksanaan KKMP,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan itu tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kesiapan daerah dan dukungan struktural yang kuat.

“Keberhasilan KKMP ini karena kesiapan daerah, dukungan pemerintah kota, dan kerja sama sampai tingkat kelurahan,” katanya.

Menurut Menko Pangan, KKMP bukan sekadar koperasi biasa, tetapi merupakan bagian dari strategi nasional.

Terhubung dengan swasembada pangan, pengurangan ketergantungan impor, serta penguatan ekonomi desa dan kelurahan.

“Program KKMP ini hubungannya dengan swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis, dan penguatan koperasi desa serta kelurahan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi agenda krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kalau kita tidak swasembada pangan, kita akan terus impor, itu yang ingin kita hindari,” kata Menko Pangan.

Infrastruktur Relatif Matang

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menilai KKMP Sampangan memiliki kesiapan konsep, tata kelola, dan infrastruktur relatif matang menjadi model nasional.

Menurutnya, koperasi ini telah menunjukkan standar pengelolaan yang dapat menjadi replika daerah lain.

“KKMP Sampangan Semarang memiliki konsep matang dan potensi jadi contoh nasional,” ujar Agustina.

Ia juga menyebut bahwa KKMP Sampangan Semarang telah menarik perhatian banyak pemerintah daerah lain ingin belajar dan melakukan studi banding.

Namun, Wali Kota Semarang mengakui bahwa mengelola koperasi skala besar wilayah perkotaan bukan perkara mudah.

Tantangan bisnis, manajemen, dan daya saing pasar menjadi ujian.

“Mengelola koperasi besar wilayah perkotaan seperti Semarang memang tidak mudah, tapi dengan persiapan matang kami optimistis,” ujarnya.

“Untuk itu seluruh ASN KTP Semarang kami wajibkan jadi anggota koperasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan,” sambung Agustina.

Dari sisi pengelola, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menjelaskan bahwa koperasi ini sebenarnya telah aktif bahkan sebelum gedung baru selesai pembangunan.

Ia menegaskan KKMP telah membangun jaringan kerja sama lintas institusi strategis.

“Sebelum gedung baru ini, koperasi kami sudah lebih dulu jalan dan aktif,” ujar Kuncar.

“Kami sudah bekerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, hingga Pertamina,” lanjutnya.

Dengan rampungnya pembangunan gedung baru, KKMP Sampangan kini bersiap meningkatkan volume usaha dan memperluas jangkauan distribusi.

“Dengan selesainya pembangunan gedung KKMP, kami tinggal menambah volume usaha,” katanya.

Ia juga menyebut operasional penuh bisa dimulai lebih cepat dari target semula.

“Kalau targetnya Maret, kami sebenarnya sudah siap lebih cepat, bahkan awal Februari,” ujar Kuncar.

Produk yang disiapkan KKMP Sampangan Semarang meliputi beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur.

Meski demikian, menjadikan KKMP Sampangan sebagai koperasi contoh nasional tetap menuntut konsistensi tata kelola, transparansi keuangan, daya saing harga, serta profesionalisme manajemen.

Jika mampu menjaga kinerja dan kepercayaan publik, KKMP Sampangan Semarang berpotensi sebagai laboratorium kebijakan nasional dalam membangun koperasi modern yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Tim Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

ASN Naik Trans Semarang Sekali Sepekan, Pemkot Siap Kaji Usulan DPRD

10 Maret 2026 - 22:15 WIB

ASN naik Trans Semarang sekali sepekan diusulkan DPRD. Pemkot Semarang siap mengkaji untuk kurangi kendaraan pribadi dan kemacetan kota.

Pasar Takjil Ramadan Resmi Dibuka, Dorong UMKM Jateng Makin Berkembang

10 Maret 2026 - 12:52 WIB

Pemkot Semarang Tangani Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Sejumlah Titik

10 Maret 2026 - 08:51 WIB

Pemkot Semarang melalui Disperkim tangani belasan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di berbagai titik kota untuk memulihkan akses jalan.

Tarawih Keliling Semarang Bersama Agustina Wilujeng di Lapas Perempuan Bulu

10 Maret 2026 - 00:53 WIB

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng tarawih keliling di Lapas Perempuan Bulu, memberi semangat warga binaan memperbaiki diri di Ramadan.

Pegadaian Gelar “Ramadan Bareng Tring” di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Mulai Investasi Emas

9 Maret 2026 - 14:06 WIB

Gebyar Ramadan Unwahas Semarang: Lomba Anak, Takjil Gratis hingga Bazar Sembako Murah

9 Maret 2026 - 00:17 WIB

Kegiatan Gebyar Ramadan ZCorner Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan lomba mewarnai anak, lomba adzan, pembagian takjil dan bazar sembako murah.
Trending di Ekonomi & Bisnis