JAKARTA, Kabarjateng.id – Gema Semarang Bangkit terdengar dari dalam Gedung DPP PSI, Jakarta, ketika para rombongan kader Kota Semarang hadir penuhi undangan khusus.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) mengundang 13 dari 16 ketua DPC bersama pengurus DPD PSI Kota Semarang untuk bertolak ke Jakarta, pada Rabu (25/2).
Ketua DPD PSI Kota Semarang periode 2025-2030, Bangkit Mahanantiyo, turut hadir dalam rombongan.
Bangkit Mahanantiyo sebelumnya menerima surat keputusan (SK) dari DPP saat Rekerwil DPW PSI di Solo, Jawa Tengah, sebagai Ketua DPD PSI Kota Semarang.
Namun beredar informasi bahwa status ketua DPD PSI untuk Bangkit Mahanantiyo berubah tiba-tiba per 18 Februari 2026.
Informasi viral pun menyebut adanya penunjukan Plt oleh DPW dengan klaim datang atas rujukan bidang OKK DPP PSI.
Dengan datangnya isu ini, kehadiran Bangkit Mahanantiyo bersama 13 DPC ke DPP PSI memunculkan tanda tanya.
Apakah langkah ini menjadi bagian dari Gema dukungan Semarang Bangkit kembali, yang sekaligus menepis isu Plt?
Kronologi Pertemuan
Koordinator aksi damai DPC PSI Kota Semarang, Hanif Nafilah Rozaq, memberikan keterangan resmi tertulis atau siaran pers kepada awak media, Sabtu (28/2).
Dalam hal ini, Hanif, yang juga Ketua DPC Semarang Utara sesuai SK Rakerwil turut menyampaikan kronologi pertemuan.
“Kami pada 25 Februari 2026, bersama pengurus DPD dan 13 DPC PSI Kota Semarang menghadiri undangan dari DPP,” ujar Hanif, Sabtu (28/2) melalui keterangan resminya.
Rombongan PSI Kota Semarang, kata Hanif, juga mendapat sambutan dari Wakil Ketua Umum PSI, Bro Ron dengan Bro Kokok dari Kantor DPP PSI, Jakarta.
“Setelah itu, kami berdialog dan berdiskusi mengenai apa yang terjadi atas kepengurusan DPD PSI Kota Semarang,” katanya.
Menurut Hanif, utusan khusus DPP dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep ini telah mendengar dan mencermati seluruh aspirasi itu.
Suasana Kebersamaan dan Jalan Islah
Pertemuan bersama DPP PSI ini, lanjut Hanif, berlangsung sekitar lima jam, suasana pun penuh kebersamaan.
“Hasilnya, DPP PSI akan mencoba menjembatani melalui jalan islah,” ungkap Hanif.
Para pengurus, kader dan simpatisan PSI se-Kota Semarang diminta menunggu hasil dari DPP PSI.
Menurut Hanif, karena akan ada konfirmasi lanjutan atas aspirasi itu.
“Kami datang memenuhi undangan, dengan menyampaikan (aspirasi) apa yang perlu kami sampaikan,” terang Hanif.
Ia menambahkan, tidak ada lagi tuntutan untuk mempertahankan jabatan kepengurusan PSI Kota Semarang.
“Dan semua keputusan kami serahkan kepada DPP PSI,” ujarnya.
Hanif juga menanggapi isu atas dinamika yang berkembang.
Mengenai kemungkinan bahwa SK kepengurusan pasca penunjukan Plt akan diteken Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Ia menekankan bahwa belum memperoleh informasi tentang hal itu
“Kalau itu kami belum tahu menahu,” tutup Hanif.
Sebelumnya, telah viral dari pemberitaan nasional soal 13 ketua DPC PSI Kota Semarang menyatakan pengunduran diri massal pada Minggu (22/2) malam.
Melalui aksi damai, undur diri para pengurus juga sebagai tanda sikap patuh kepada DPP PSI atas SK kepengurusan Kota Semarang.
Pengurus DPC PSI juga mengembalikan atribut dan plang nama partai ke kantor DPD ketika hujan sedang mengguyur Kota Semarang.
Kini, senandung gema Semarang Bangkit dari Gedung DPP PSI Jakarta itu, akan menjadi sorotan internal kader, militan, simpatisan PSI dan publik, khususnya Kota Semarang.
Penulis: Kabarjateng.id
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.