SEMARANG, Kabarjateng.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bakal luncurkan Rumah Inovasi.
Peluncuran rumah inovasi Jateng ini sebagai pusat riset inklusif, kolaboratif, dan orientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Program strategis Brida luncurkan rumah inovasi sekaligus memperkuat ekosistem inovasi wilayah Jateng.
Yakni salah satunya mempercepat transformasi riset menjadi produk yang aplikatif.
Kepala Brida Jateng, Mohamad Arief Irwanto, mengatakan Rumah Inovasi Jateng akan menjadi simbol komitmen Brida mendorong ragam tahapan inovasi.
Salah satu rumah inovasi Jateng berdiri di kawasan Pucang Gading, Kabupaten Demak, sebagai pengembangan riset dan inovasi kebutuhan daerah.
“Rumah Inovasi Jateng kami rancang sebagai pusat Inovasi terbuka bagi semua pihak,” jelasnya, mengutip sumber dari Diskomdigi Jateng, Senin (2/2).
Arief juga ingin memastikan bahwa Jateng memiliki rumah inovasi yang dapat menampung ide, riset, dan Inovasi dari berbagai kalangan.
Konsep Kolaborasi
Menurut Arief, Brida luncurkan rumah inovasi Jateng menjadi tujuan usung konsep kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Konsep itu menjadi harapan peran Brida sebagai motor penggerak Inovasi di Jateng.
Sekaligus menjadikan rumah inovasi sebagai ruang sinergi yang produktif.
“Melalui Rumah Inovasi, semua pihak memiliki ruang akses yang sama. Brida ingin rumah inovasi jadi tempat lahirnya inovasi unggulan, mampu mempercepat pembangunan Jateng,” urainya.
Ia menambahkan, rumah inovasi Jateng tidak akan berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng.
Adapula dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kabupaten/kota se-Jateng, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri.
Kolaborasi juga mampu memastikan bahwa inovasi tidak berhenti pada konsep, tetapi menjadi solusi nyata.
“Sinergi Brida dengan BRIN, perguruan tinggi, dan industri akan membuat rumah inovasi Jateng jadi pusat Inovasi produktif. Rumah inovasi akan menghubungkan riset kebutuhan riil masyarakat Jateng,” jelas Arief.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Rumah Inovasi Jateng diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat daya saing daerah melalui Inovasi berbasis teknologi tepat guna.
Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menyambut baik inisiatif Brida dalam membangun Rumah Inovasi Jateng.
Menurutnya, kehadiran Rumah Inovasi Jateng dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan Inovasi di Jateng, terutama pada sektor pertanian, industri, dan UMKM.
“Keterlibatan perguruan tinggi sebagai penyedia keahlian dan industri sebagai pengguna Inovasi adalah kunci keberhasilan. Rumah Inovasi Jateng berpotensi jadi pusat Inovasi terdepan Jateng,” kata Yopi.
Ia menambahkan, kunjungan ke Brida Jateng bertujuan memastikan bahwa persiapan peluncuran Rumah Inovasi Jateng telah sesuai dengan standar nasional, sehingga Inovasi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jateng.
Selain membahas Rumah Inovasi, tim BRIN juga memantau program riset yang sedang berjalan di Jateng, guna memastikan keberlanjutan Inovasi dan optimalisasi peran Brida dalam membangun Jateng berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.