Menu

Mode Gelap
 

Politik · 8 Mar 2026 22:26 WIB

Relawan Bolone Mase Kota Semarang Gelar Bukber, Perkuat Soliditas dan Program Pemberdayaan


					Relawan Bolone Mase Indonesia foto bareng usai bukber di Kopi Sinden, Semarang Barat. (Foto: Mualim) Perbesar

Relawan Bolone Mase Indonesia foto bareng usai bukber di Kopi Sinden, Semarang Barat. (Foto: Mualim)

SEMARANG, Kabarjateng.id – Relawan Bolone Mase Indonesia Kota Semarang menggelar rapat konsolidasi yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Kopi Sinden, Semarang Barat, Minggu (8/3/2026).

Puluhan relawan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari koordinator kota hingga koordinator kelurahan.

Mereka memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Koordinator Nasional Relawan Bolone Mase Indonesia, Kuat Hermawan Santoso, yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa Bolone Mase tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, konsolidasi ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarrelawan, tetapi juga menyegarkan kembali semangat organisasi serta menyamakan arah gerakan relawan di berbagai daerah.

Konsolidasi Relawan dan Agenda Nasional

Kuat menjelaskan bahwa Bolone Mase terus memperkuat konsolidasi di berbagai wilayah.

Setelah kegiatan di Jawa Tengah, pihaknya berencana mengumpulkan relawan se-Jawa setelah Idulfitri.

Pertemuan tersebut akan menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum konsolidasi besar bagi relawan Bolone Mase dari berbagai daerah.

“Setelah Lebaran kami berencana mengumpulkan relawan Bolone Mase se-Jawa untuk silaturahmi sekaligus konsolidasi. Dari pertemuan itu kami akan merumuskan agenda menuju pertemuan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, relawan Bolone Mase di berbagai daerah juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat dengan fokus yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing.

Program Pemberdayaan di Berbagai Daerah

Kuat menyebut sejumlah program yang kini berjalan di beberapa daerah. Di Jawa Timur, relawan Bolone Mase menginisiasi program penanaman 1,5 juta tanaman keras dan tanaman buah.

Mereka juga menjajaki kerja sama penanaman sorghum di lahan seluas 450 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.

Di Jawa Tengah, relawan mengembangkan program peternakan ayam di Kabupaten Wonogiri. Relawan mengelola dua kandang dengan kapasitas sekitar 4.000 hingga 7.000 ekor ayam.

Relawan di Kabupaten Banyumas lebih fokus mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini sekitar 120 pelaku UMKM bergabung sebagai binaan relawan Bolone Mase di wilayah tersebut.

Selain sektor ekonomi, relawan juga aktif mengembangkan kegiatan olahraga.

Relawan Bolone Mase, misalnya, menggelar kejuaraan karate di Jepara yang diikuti sekitar 1.700 atlet.

Dorong Pemberdayaan Nelayan Semarang

Di Kota Semarang, relawan Bolone Mase fokus membantu pemberdayaan nelayan, terutama dalam memperkuat pemasaran hasil tangkapan ikan.

Kuat menjelaskan bahwa nelayan Semarang menghasilkan tangkapan ikan yang melimpah, tetapi pasar belum mampu menyerap seluruh hasil tangkapan tersebut.

Karena itu relawan berupaya membuka akses pasar yang lebih luas.

Salah satu langkah yang mereka tempuh yaitu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar hasil tangkapan nelayan bisa menjadi bagian dari menu program makan bergizi.

“Potensi ikan di Semarang sangat besar. Ke depan kami ingin hasil tangkapan nelayan ikut masuk dalam variasi menu program makan bergizi sehingga sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan,” jelasnya.

Relawan Kota Semarang Tetap Solid

Koordinator Relawan Bolone Mase Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah, menegaskan bahwa relawan di Kota Semarang tetap solid sejak Pemilihan Presiden berakhir hingga saat ini.

Ia menyebut relawan terus menjaga komunikasi dan silaturahmi hingga tingkat koordinator kecamatan dan koordinator kelurahan.

“Sejak pasca Pilpres sampai hari ini kami terus menjalin komunikasi dengan seluruh korcam dan korkel. Teman-teman juga tetap aktif menjalankan kegiatan sosial,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, semangat kebersamaan para relawan terlihat dari berbagai kegiatan sosial yang mereka lakukan secara swadaya.

Para relawan bahkan menyisihkan sebagian hasil usaha mereka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hampir setiap bulan menjalankan kegiatan berbagi kepada masyarakat. Walaupun sederhana, kepedulian terhadap masyarakat harus tetap hidup,” katanya.

Inisiasi SPBN untuk Nelayan Tambak Lorok

Selain kegiatan sosial, relawan Bolone Mase Kota Semarang juga mengupayakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Tambak Lorok.

Relawan menggagas program tersebut bersama tokoh nelayan setempat untuk mempermudah nelayan memperoleh bahan bakar saat melaut.

Saat ini relawan masih menunggu izin prinsip dari Pertamina agar pembangunan SPBN bisa segera berjalan.

“Kami berharap Pertamina segera memberikan izin prinsip karena SPBN ini sangat dibutuhkan nelayan Tambak Lorok,” ujar Fauzi.

Ia menegaskan seluruh kegiatan relawan Bolone Mase lahir dari semangat kepedulian sosial serta keinginan membantu masyarakat kecil sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah.

“Kami ingin kegiatan relawan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (liem)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Sambut Angkutan Lebaran 2026, Bandara Ahmad Yani Perkuat Kesiapan Fasilitas dan Layanan Penumpang 

11 Maret 2026 - 17:13 WIB

Jembatan Gantung Garuda di Kali Krusuk Hampir Selesai, Kolaborasi TNI dan Warga Sleman Kian Nyata

11 Maret 2026 - 16:45 WIB

Safari Ramadan di Korem 071/Wijayakusuma, Pangdam IV/Diponegoro Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

11 Maret 2026 - 16:34 WIB

Dandim Batang Tutup TMMD Sengkuyung Tahap I, Wabup Harap Warga Rasakan Manfaatnya

11 Maret 2026 - 16:04 WIB

Polda Jateng dan UKSW Dirikan Pusat Studi Kepolisian, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Penegakan Hukum

11 Maret 2026 - 15:46 WIB

Gubernur Luthfi Tinjau Pembayaran THR Buruh di Salatiga, Tegaskan Kewajiban Perusahaan Paling Lambat H-7 Lebaran

11 Maret 2026 - 14:39 WIB

Trending di Daerah