JAKARTA, Kabarjateng.id – Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif perbankan nasional melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (19/12) sore.
RUPSLB Bank Mandiri ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola, menegaskan arah transformasi, serta memastikan kesiapan perseroan menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global secara prudent.
Apa yang diputuskan dalam RUPSLB tersebut mencakup persetujuan sejumlah agenda strategis, mulai dari perubahan Anggaran Dasar hingga penyesuaian susunan Dewan Komisaris.
Bank Mandiri memaknai keputusan ini sebagai landasan penting untuk menjaga kesinambungan transformasi bisnis yang agresif namun tetap prudent, sejalan dengan mandat pemegang saham dan kepentingan pembangunan nasional.
Siapa yang terlibat dalam pengambilan keputusan adalah seluruh pemegang saham Bank Mandiri, termasuk Pemegang Saham Seri A Dwiwarna yang diwakili oleh Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan bahwa hasil RUPSLB mencerminkan kepercayaan penuh pemegang saham kepada manajemen Bank Mandiri untuk mengelola perusahaan secara profesional, akuntabel, dan prudent demi mendukung ekonomi nasional.
Forum strategis ini diselenggarakan di Jakarta sebagai pusat pengambilan kebijakan korporasi nasional, sekaligus simbol peran sentral Bank Mandiri dalam sistem keuangan nasional.
Mengapa RUPSLB ini krusial?. Karena Bank Mandiri tengah memasuki fase lanjutan transformasi bisnis yang menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko yang prudent, serta harmonisasi kebijakan dengan kerangka hukum baru Undang-Undang BUMN.
Dalam konteks nasional, langkah ini memastikan Bank Mandiri tetap adaptif, kredibel, dan relevan sebagai bank jangkar pembangunan.
“RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen Bank Mandiri dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan, dengan tetap menjaga prinsip prudent dan tata kelola yang kuat,” jelas Adhika Vista melalui keterangan resminya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (19/12).
Pernyataan ini menegaskan bahwa strategi Bank Mandiri bukan semata ekspansi, tetapi pertumbuhan berkualitas demi stabilitas nasional.
Lalu bagaimana implementasi keputusan RUPSLB tersebut diwujudkan?. Pada agenda awal, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Bank Mandiri, termasuk penguatan mekanisme pengawasan oleh Holding Operasional.
Penyesuaian ini merupakan implementasi arahan BP BUMN sebagaimana tertuang dalam surat resmi S-23/BPU/10/2025, sekaligus bentuk harmonisasi kebijakan nasional agar praktik tata kelola Bank Mandiri tetap prudent dan sejalan dengan regulator.
Selain itu, RUPSLB Bank Mandiri juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat kepemimpinan strategis.
Susunan baru Dewan Komisaris Bank Mandiri adalah: Komisaris Utama/Independen Zulkifli Zaini; Wakil Komisaris Utama M. Rudy Salahuddin Ramto; Komisaris Muhammad Yusuf Ateh, Luky Alfirman, dan Yuliot, serta Komisaris Independen Mia Amiati Iskandar dan Bintoro Kunto Pardewo.
Langkah ini diyakini memperkuat pengawasan prudent dan arah strategis nasional.
Sementara itu, jajaran Direksi Bank Mandiri tetap dipertahankan, dipimpin Direktur Utama Riduan bersama jajaran direktur di bidang operasi, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga perbankan ritel dan korporasi.
Konsistensi ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham bahwa manajemen Bank Mandiri mampu mengeksekusi mandat RUPSLB secara prudent demi pertumbuhan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Mandiri menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas kontribusi strategis dalam menjaga kinerja dan reputasi nasional perseroan.
Menurut Adhika, fondasi yang telah dibangun menjadi modal penting agar Bank Mandiri terus berperan aktif mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional secara prudent dan berkelanjutan.
Di sisi lain Komisaris Utama Bank Mandiri yang baru, Zulkifli Zaini, mencerminkan kepemimpinan berpengalaman di sektor keuangan nasional.
Ia dikenal luas sebagai bankir senior dengan rekam jejak memimpin transformasi perbankan, memperkuat tata kelola prudent, serta meningkatkan daya saing institusi keuangan di tingkat nasional dan regional.
Pengalamannya di berbagai posisi strategis perbankan diyakini akan memperkokoh arah Bank Mandiri sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.