SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kuatkan pengajuan pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Upaya ini menjadi bagian komitmen Pemkot dan Wali Kota Semarang mengangkat kembali jasa, pemikiran, dan warisan keteladanan KH Sholeh Darat bagi masyarakat Semarang dan Indonesia.
Salah satu langkah strategis Pemkot Semarang Kuatkan pengajuan pahlawan nasional adalah melalui Seminar Nasional yang digelar di The Suri Ballroom Semarang, Kamis (29/1).
Seminar ini menjadi rangkaian akhir dalam proses penguatan administratif dan akademik usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Sekaligus momentum penting dalam mengenalkan kembali sosok KH Sholeh Darat kepada publik luas.
“Pemkot Semarang mengawal pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional, karena beliau adalah ulama besar yang berjasa bagi pendidikan, dakwah, dan sejarah Semarang,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, usai Seminar.
Agustina Wilujeng juga menegaskan peran KH Sholeh Darat sangat relevan dengan visi pembangunan Semarang.
Yakni, RPJMD 2025-2030 yang mengusung lima pilar utama, yaitu Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
Menurut Wali Kota, nilai keilmuan dan keteladanan KH Sholeh Darat menjadi dasar penguatan pilar Semarang Cerdas dengan wawasan islami.
Pemkot Semarang juga terus mendorong penguatan Museum KH Sholeh Darat sebagai pusat literasi dan riset keislaman Kota Semarang.
Wali Kota menyebut bahwa Museum KH Sholeh Darat akan memiliki fasilitas, koleksi, program edukasi, dan kerja sama riset agar mampu menjadi rujukan akademik serta destinasi edukatif.
“Pemkot akan memperkuat Museum KH Sholeh Darat sebagai pusat literasi dan riset keislaman. Sosok KH Sholeh Darat harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Semarang,” kata Agustina Wilujeng.
Selain penguatan museum, Pemkot Semarang juga menekankan pengembangan kawasan religi sekitar Museum KH Sholeh Darat.
Penataan lingkungan, peningkatan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar menjadi bagian dari strategi Pemkot.
Strategi itu untuk menjadikan kawasan KH Sholeh Darat sebagai pusat wisata religi dan edukasi Semarang.
Wali Kota Semarang menambahkan bahwa Pemkot akan memperkuat strategi promosi mengenalkan KH Sholeh Darat secara lebih masif.
Menurutnya, pengenalan KH Sholeh Darat juga perlu melalui media, pendidikan formal, kegiatan kebudayaan, serta agenda keagamaan skala lokal dan nasional.
Road to MTQ
Pemkot Semarang juga akan mengintegrasikan sosok KH Sholeh Darat dalam rangkaian kegiatan menjelang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQ Nasional) yang rencana berlangsung pada November 2026.
Road to MTQ Nasional akan diisi dengan seminar, pameran, dan diskusi ilmiah mengangkat pemikiran serta kontribusi KH Sholeh Darat.
“Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional bagian dari road to MTQ Nasional di Semarang. Seminar ini selangkah lagi menuju tahapan akhir proses tersebut,” ujar Agustina Wilujeng.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Semarang berharap penguatan peran KH Sholeh Darat dapat memperkokoh identitas religius Semarang, memperluas literasi keislaman, serta mendukung visi Pemkot membangun Semarang sebagai kota cerdas, religius, dan berkarakter melalui keteladanan KH Sholeh Darat.
Penulis: Kabarjateng.id
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.