Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 22 Jan 2026 08:16 WIB

IHSG Turun dari Rekor, Saham Terkoreksi Usai Aksi Ambil Untung Investor


					Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Rabu (21/1) sore | sumber: Google Perbesar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Rabu (21/1) sore | sumber: Google

JAKARTA, Kabarjateng.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Rabu (21/1) sore.

IHSG turun 113 poin atau sekitar 1,2% ke level 9.011, setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Koreksi IHSG ini terjadi seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang yang membawa IHSG menembus rekor baru dalam beberapa sesi terakhir.

Menurut Analis Trading Economics, Farida Husna, pelemahan IHSG masih tergolong wajar mengingat tekanan teknikal pasca-rekor yang baru dicapai.

“IHSG mengalami koreksi sehat setelah menyentuh rekor tertinggi, di mana investor cenderung merealisasikan keuntungan pada saham yang sebelumnya menguat signifikan,” ujarnya, dilansir dari Trading Economics, Rabu (21/1).

Ia melihat bahwa tekanan IHSG juga datang dari memburuknya sentimen domestik.

Pasar saham pun merespons kebijakan Presiden Prabowo yang mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, kelapa sawit, kakao, pembangkit listrik, dan pertambangan.

Kebijakan tersebut, menurut Farida Husna, diambil akibat pelanggaran lingkungan yang dikaitkan dengan banjir besar di Sumatra tahun lalu, sehingga memicu kekhawatiran terhadap prospek saham berbasis sumber daya alam.

Farida Husna juga menilai keputusan tersebut memberi dampak langsung terhadap persepsi risiko di pasar saham.

“Langkah pemerintah menambah tekanan jangka pendek pada IHSG, terutama pada saham sektor komoditas dan industri terkait, meski tujuannya memperkuat tata kelola lingkungan,” katanya.

Selain itu, kerugian saham terjadi secara luas dan menekan IHSG, terutama pada sektor properti, keuangan, dan infrastruktur.

Lebih lanjut Farida menerangkan saham United Tractors anjlok hampir 15% setelah unit usahanya, Agincourt, yang mengoperasikan tambang emas dan perak Martabe, termasuk perusahaan yang terdampak kebijakan tersebut.

“Penurunan saham United Tractors turut menyeret IHSG lebih dalam atas level rekor sebelumnya,” paparnya.

Sementara itu, saham Astra International turun 11,3% karena kepemilikannya di United Tractors, sedangkan saham Toba Pulp Lestari melemah 0,8% seiring upaya perusahaan mencari klarifikasi atas kebijakan pemerintah.

Tekanan saham-saham besar ini, sambung Farida, membuat IHSG gagal bertahan di dekat rekor.

Di sisi eksternal, pemulihan moderat untuk futures AS membantu menahan penurunan rekor IHSG agar tidak lebih dalam.

Investor global bahkan dinilai mencermati pidato Presiden Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos sebagai acuan arah rekor pasar saham global setelah rekor-rekor baru tercapai di sejumlah bursa utama.

Selain itu, pelaku pasar saham juga menantikan keputusan kebijakan Bank Indonesia.

“Pasar memperkirakan suku bunga acuan akan tetap tidak berubah untuk bulan keempat berturut-turut, yang berpotensi menjaga stabilitas IHSG usai koreksi dari rekor,” pungkas Farida.

Sebagai penutup, Farida Husna memprediksi kombinasi faktor pasar domestik-global, bahwa pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih fluktuatif, sementara saham akan terus mencermati arah kebijakan hingga sentimen risiko.

 

Tim Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolres Ajak Pelajar SMK NU Ungaran Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif

11 Maret 2026 - 23:08 WIB

Exit Tol Fungsional Ambarawa Siap Digunakan, Polres Semarang Siagakan Personel

11 Maret 2026 - 22:54 WIB

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Kuatkan Putusan PN Jepara Terkait Sengketa Penarikan Mobil

11 Maret 2026 - 22:26 WIB

Salah Ikuti Google Maps, Ford Fiesta Nyungsep dan Tabrak Rumah Warga di Ungaran Timur 

11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita Polri