Menu

Mode Gelap
 

Kesehatan · 14 Jan 2026 12:39 WIB

Awal Tahun, Wali Kota Semarang Pastikan Pelayanan RSUD Berjalan Normal


					Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng | dok istimewa. Perbesar

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng | dok istimewa.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Semarang dalam kondisi siaga penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pascalibur panjang awal tahun.

Menurut Agustina Wilujeng, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal tanpa pengurangan layanan, khususnya pada sektor-sektor vital yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa RSUD di Semarang tetap mengutamakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, serta layanan kesehatan esensial lainnya.

Pemerintah Kota Semarang, kata Agustina Wilujeng, menginstruksikan seluruh manajemen RSUD agar memastikan kesiapan layanan sejak hari pertama kerja setelah libur panjang.

“Penataan ulang jadwal tenaga medis dan nonmedis sudah dilakukan agar seluruh unit pelayanan kesehatan dapat beroperasi optimal. Kami juga memastikan ada briefing awal kerja untuk menjaga standar pelayanan tetap berjalan sesuai ketentuan,” ujar Agustina Wilujeng, Rabu (14/1).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengungkapkan bahwa pada awal Januari biasanya terjadi peningkatan signifikan jumlah kunjungan pasien di RSUD Semarang.

Lonjakan tersebut paling banyak terjadi pada layanan gawat darurat dan rawat jalan, dengan kasus yang didominasi oleh demam, infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, hingga kondisi kegawatdaruratan lainnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa seluruh layanan RSUD di Semarang telah kembali dibuka sesuai jadwal normal.

IGD tetap siaga selama 24 jam, sementara poliklinik rawat jalan, laboratorium, radiologi, dan farmasi beroperasi penuh untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Semarang.

“Kami memastikan kesiapan tenaga medis dan nonmedis melalui pengaturan shift, sistem on call, serta penyesuaian jadwal kerja sesuai kompetensi. Stok obat, bahan medis habis pakai, dan alat kesehatan juga dicek ulang untuk mengantisipasi lonjakan pasien,” jelas Agustina Wilujeng.

Dari sisi sarana dan prasarana, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan seluruh RSUD berada dalam kondisi siap, termasuk ruang rawat inap dan IGD.

Pemantauan kapasitas tempat tidur dilakukan secara berkala, disertai dukungan logistik yang memadai agar pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar.

Selain itu, sistem pendaftaran pasien di RSUD Semarang juga dioptimalkan.

Antrean BPJS dan layanan pendaftaran online terus disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk penambahan petugas administrasi apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.

Agustina Wilujeng menegaskan bahwa meskipun terjadi lonjakan pasien di awal tahun, mutu pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Monitoring dan evaluasi indikator mutu dilakukan secara berkelanjutan, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi peningkatan beban layanan.

“Pengaturan alur pelayanan kami perkuat agar tetap tertib dan efektif. Sistem triase di IGD diterapkan secara ketat, SOP dan standar keselamatan pasien dijalankan dengan disiplin, serta koordinasi antarunit terus diperkuat,” kata Agustina Wilujeng.

Menurut Agustina Wilujeng, tantangan utama pelayanan rumah sakit awal tahun adalah lonjakan pasien yang berdampak pada beban layanan, keterbatasan ruang perawatan, potensi peningkatan waktu tunggu, serta kelelahan petugas.

Untuk mengatasi hal tersebut, RSUD di Semarang mengoptimalkan sumber daya manusia dan memperkuat jejaring rujukan dengan rumah sakit lain.

Dukungan Dinas Kesehatan Kota Semarang juga disebut Agustina Wilujeng sangat penting, terutama dalam pengaturan jadwal dokter spesialis saat libur serta penguatan inovasi layanan kegawatdaruratan.

Dengan langkah tersebut, pelayanan kesehatan di Semarang tetap terpantau dan berjalan optimal bagi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat dan bijak.

IGD diharapkan digunakan hanya untuk kondisi gawat darurat, sementara masyarakat diminta mematuhi jadwal kontrol dan prosedur pendaftaran.

“Masyarakat juga kami ingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan makanan, cukup istirahat, serta menggunakan masker saat bepergian. Pemkot Semarang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkas Agustina Wilujeng.

 

Penulis: Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jalur Tengah Jateng Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 23:19 WIB

Personel Polda Jawa Tengah Sigap Menolong Pemudik di Jalur Mudik

14 Maret 2026 - 22:26 WIB

Pemudik Apresiasi Bantuan Polisi Saat Alami Ban Pecah di Tol

14 Maret 2026 - 21:42 WIB

Polres Klaten Ungkap Kasus Pemerkosaan Perempuan Disabilitas

14 Maret 2026 - 20:55 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Kadin Brebes Bagikan Ribuan Paket Bantuan dan Santuni Anak Yatim di Bumiayu

14 Maret 2026 - 20:15 WIB

Jalur Semarang – Godong Kembali Normal Jelang Lebaran, Warga Tinanding Bernapas Lega

14 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Daerah