SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan akses pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal pascalibur panjang awal tahun.
Wali Kota Agustina Wilujeng juga menegaskan bahwa kesiapan akses sektor kesehatan menjadi perhatian utama.
Tujuannya, agar masyarakat tidak mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.
Menurut Agustina Wilujeng, Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipatif menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat Semarang.
“Dinas Kesehatan melakukan pengaturan jadwal layanan, memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal selama dan pasca libur panjang, utamanya long weekend hari besar,” kata Agustina Wilujeng, dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, pengaturan ini agar masyarakat Semarang tetap dapat layanan kesehatan tanpa terganggu momentum libur.
Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa Puskesmas seluruh wilayah Semarang tetap memberikan pelayanan sesuai ketentuan.
Sementara, penyesuaian hanya pada tanggal merah dan hari Minggu.
“Puskesmas tetap membuka layanan seperti biasa sehingga akses pelayanan kesehatan masyarakat tetap siaga,” ujarnya.
Dengan pola itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memiliki harapan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman dalam mengakses layanan kesehatan.
Selain pelayanan Puskesmas, Dinas Kesehatan Semarang juga menyiagakan 16 ambulans kegawatdaruratan dari seluruh kecamatan Kota Semarang.
Langkah ini penting untuk memastikan respons cepat atas kondisi darurat kesehatan masyarakat.
“Kami menyiagakan ambulans ke seluruh wilayah agar masyarakat Semarang bisa mendapatkan pertolongan cepat ketika kondisi darurat,” kata Agustina Wilujeng.
Tidak hanya itu, kesiapan rumah sakit Kota Semarang juga menjadi perhatian.
Agustina Wilujeng menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan mewajibkan penugasan dokter spesialis tiap rumah sakit.
“Dokter spesialis tetap memberikan pelayanan, baik secara langsung maupun melalui sistem on call 24 jam,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini penting agar masyarakat Semarang tetap memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif.
Surveilans dan Pemantauan Kasus
Memasuki awal tahun, Agustina Wilujeng mengungkapkan sejumlah penyakit telah menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan Semarang.
Penyakit itu meliputi demam berdarah dengue, infeksi saluran pernapasan akut, diare, serta penyakit lingkungan lainnya.
“Curah hujan yang masih tinggi memicu genangan air dan dampak pada meningkatnya risiko penyakit ke masyarakat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Semarang memperkuat surveilans dan pemantauan kasus secara rutin.
Peningkatan kewaspadaan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan se-Kota Semarang.
“Kami juga mengoptimalkan peran Tim Gerak Cepat Puskesmas untuk deteksi dan respons dini,” kata Agustina Wilujeng.
Tim ini memiliki tugas memantau kondisi kesehatan masyarakat dan melakukan penanganan cepat apabila ada penemuan kasus.
Kesiapan Puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama Semarang juga terus optimal.
Pendaftaran Online PUSTAKA
Selain itu, Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa perlu melakukan pengaturan alur pelayanan agar tetap lancar.
Salah satunya melalui pendaftaran online PUSTAKA atau Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang.
Selain itu, penyesuaian jadwal tenaga kesehatan serta pembagian tugas untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Terkait ketersediaan sumber daya, Agustina Wilujeng memastikan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan alat kesehatan di Semarang berada dalam kondisi aman.
“Sejauh ini, ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan alat kesehatan mencukupi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan secara berkala agar pelayanan kesehatan di Semarang tetap optimal.
Edukasi Kesehatan
Dalam upaya promotif dan preventif, Dinas Kesehatan Semarang terus meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media sosial, siaran radio, hingga podcast kesehatan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyakit musiman dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Agustina Wilujeng.
Menutup pernyataannya, Agustina Wilujeng mengimbau masyarakat Semarang untuk lebih waspada menjaga kesehatan di awal tahun.
“Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga daya tahan tubuh, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan,” ujar Agustina Wilujeng.
Dengan sinergi antara Pemkot Semarang, Dinas Kesehatan, dan masyarakat, layanan kesehatan di Semarang diharapkan tetap responsif dan optimal sepanjang awal tahun.
Penulis: Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.