SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemprov terus mematangkan persiapan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026 di Semarang.
Selain memastikan kesiapan teknis, Pemprov Jateng juga mendorong penyelenggara menghadirkan nuansa budaya lokal dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Wagub Taj Yasin meminta panitia MTQ melibatkan para seniman dan menampilkan unsur budaya khas Jateng dalam acara pembukaan hingga penutupan.
Ia menilai perhelatan berskala nasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Hal itu ia sampaikan usai menerima audiensi tim konsultan MTQ Nasional di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung A Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).
Angkat Budaya Dakwah Para Wali
Taj Yasin menegaskan pentingnya menghadirkan nilai sejarah dakwah Islam di Jawa Tengah dalam rangkaian kegiatan MTQ.
Ia mendorong panitia mengangkat unsur budaya yang berkaitan dengan para wali yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Menurutnya, keterlibatan para seniman lokal akan memperkuat identitas budaya Jawa Tengah dalam kegiatan tersebut.
“Kita ingin kegiatan ini tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya Jawa Tengah.
Unsur budaya para wali perlu kita hadirkan karena itu menjadi ciri khas daerah kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan MTQ nantinya mencakup malam taaruf, pembukaan, hingga penutupan yang menggabungkan nilai religius dengan seni dan budaya daerah.
Semarang Jadi Pusat Kegiatan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kota Semarang sebagai pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Panitia juga menyiapkan sejumlah jalur kedatangan untuk menyambut para kafilah dari berbagai provinsi.
Para peserta akan tiba melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, serta Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol.
Selain itu, Gus Yasin juga meminta panitia menyebarluaskan maskot dan tema MTQ Nasional ke seluruh wilayah Jawa Tengah.
Ia berharap promosi tersebut menjangkau 35 kabupaten/kota, terutama wilayah perbatasan, agar masyarakat ikut merasakan semarak MTQ Nasional.
“Kita ingin masyarakat Jawa Tengah menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias dan merasa menjadi bagian dari penyelenggaraannya,” jelasnya.
Libatkan Ribuan Peserta dari Seluruh Indonesia
Tim konsultan dari PT Abimanyu Media Travelindo memaparkan bahwa MTQ Nasional XXXI akan melibatkan sekitar 7.000 peserta dan official dari 37 provinsi di Indonesia.
Panitia merencanakan pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang pada 12 September 2026.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Sebelum acara pembukaan, panitia juga akan menggelar Pawai Taaruf dengan rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Logo dan Maskot Bernuansa Semarang
Dalam audiensi tersebut, tim konsultan juga memperkenalkan logo serta maskot resmi MTQ Nasional XXXI.
Maskot bernama Saqa, yang memiliki arti Sahabat Qurani MTQN Semarang.
Sementara itu, logo memadukan berbagai simbol khas daerah seperti ikon Tugu Muda, kitab Al-Qur’an.
Kemudian Masjid Agung, gunungan, sulur, pusaka keris, serta cahaya berbentuk lima ruas yang melambangkan rukun Islam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab juga memberikan sejumlah masukan kepada panitia.
Ia meminta panitia menyusun tata letak lokasi kegiatan secara jelas agar peserta mudah memahami area kegiatan dan tidak mengalami kesulitan selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional.
Audiensi tersebut juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang Budi Prakosa serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.