SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah daerah.
Empat wilayah, yakni Kabupaten Kendal, Batang, Pemalang, serta Kota Pekalongan, menerima bantuan logistik dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai bentuk dukungan konkret Pemprov Jateng kepada pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan kebencanaan di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pemerintah provinsi selalu hadir dan tanggap ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Bantuan logistik hari ini kami distribusikan ke Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Seluruhnya sudah kami kirimkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta ketersediaan stok logistik yang dimiliki pemerintah kabupaten/kota.
Kabupaten Kendal menerima bantuan senilai Rp80.634.760, Kabupaten Batang sebesar Rp131.964.010, Kabupaten Pemalang Rp171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp65.130.491. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui dinas sosial setempat untuk pengelolaan lebih lanjut.
Menurut Imam, Kabupaten Pemalang memperoleh bantuan dengan nilai lebih besar karena persediaan logistik di wilayah tersebut relatif terbatas.
Sementara Kendal masih memiliki stok yang cukup memadai. Meski demikian, Pemprov Jateng siap menambah bantuan apabila dibutuhkan.
“Jika nanti masih ada kekurangan, kami akan kembali menyalurkan bantuan tambahan,” tegasnya.
Jenis bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, serta perlengkapan pakaian untuk anak-anak.
Selain distribusi logistik, Dinas Sosial Jawa Tengah juga mendirikan dapur umum di daerah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan.
Salah satunya berada di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 4.000 paket makanan setiap hari.
Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait turut mendirikan enam dapur umum mandiri.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan adanya warga yang harus mengungsi.
Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, Imam memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk kesiapan logistik dari APBD Provinsi Jawa Tengah serta dukungan Kementerian Sosial.
“Koordinasi terus kami lakukan, termasuk terkait santunan bagi korban meninggal dunia maupun rumah yang hanyut akibat bencana,” pungkasnya. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.