SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Tahun ini jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah diperkirakan mencapai sekitar 17,7 juta orang atau meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pergerakan arus mudik nasional.
Karena itu, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan perlu meningkatkan kesiapan.
Menurut Ahmad Luthfi, tahun lalu sekitar 15 juta pemudik datang ke Jawa Tengah.
Lebaran 2026 ini jumlahnya meningkat cukup tajam sehingga pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai instansi terkait harus memperkuat koordinasi agar arus mudik dan arus balik berjalan lancar.
Posko Terpadu Siaga 24 Jam
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk posko terpadu yang melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Posko terpadu tersebut akan beroperasi selama 24 jam mulai H-8 hingga H+7 Lebaran.
Petugas di posko memantau pergerakan pemudik, mengoordinasikan pengamanan, serta menangani berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Melalui posko ini, pemerintah berharap arus lalu lintas selama masa mudik dapat berjalan lebih tertib dan potensi kemacetan dapat ditekan.
Perbaikan Jalan Dipercepat
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan.
Petugas memperbaiki jalan berlubang di beberapa titik agar kendaraan dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Pemerintah menargetkan seluruh perbaikan jalan selesai sebelum H-7 Lebaran.
Dengan target tersebut, para pemudik dapat melintasi jalur provinsi dalam kondisi yang lebih baik.
Beberapa kawasan rawan kemacetan juga mendapat perhatian khusus, salah satunya kawasan Kaligawe di Kota Semarang.
Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan di wilayah tersebut.
Secara umum, kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan lebih dari 94 persen.
Program Mudik Gratis untuk Perantau
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat perantau.
Program ini menyediakan 340 unit bus dengan kapasitas total 16.415 kursi.
Petugas akan memberangkatkan peserta mudik gratis dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.
Selain bus, pemerintah juga menyiapkan transportasi kereta api sebanyak 17 rangkaian dengan kapasitas 1.288 penumpang.
Kereta tersebut akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.
Program ini membantu masyarakat agar dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman sekaligus membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.
Waspadai Potensi Bencana
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu perjalanan pemudik.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pegunungan Muria yang memiliki potensi longsor serta aktivitas Gunung Merapi yang terus dipantau.
Petugas melakukan pemantauan secara berkala dan menyiapkan langkah tanggap darurat agar dapat segera menangani situasi jika terjadi bencana.
Gubernur Ahmad Luthfi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima serta selalu berhati-hati selama perjalanan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh pihak terkait siap menyambut arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.