SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menghadiri pembangunan sodetan pengendali banjir daerah di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, yayasan pendidikan, dan pihak kampus untuk memperkuat infrastruktur pengendalian air di wilayah jalan Nasional pesisir timur Kota Semarang.
“Sodetan yang kini dalam proses pengerukan dibangun di atas tanah aset Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) sepanjang 227 meter,” jelas Ketua Umum YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH.
Program ini diharapkan membantu memperlancar aliran air dari kawasan jalan raya Nasional menuju saluran pembuangan di belakang area kampus, sehingga genangan di daerah Kaligawe dapat berkurang signifikan.
Dilansir keterangan siaran pers resmi melalui portal Unissula, Ketua Umum YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH juga menyampaikan bahwa agenda pembangunan ini juga mencakup kunjungan ke lima kolam retensi milik yayasan.
“Dengan total volume dapat menampung air 125.485 meter kubik,” terang Prof Bambang, Kamis (30/10).
Kelima kolam tersebut masing-masing berada tepat menuju belakang dan samping Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), asrama SMP, Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Kedokteran (FK) Unissula.
Setiap kolam memiliki kapasitas berbeda, mulai dari 9.100 m³ hingga 49.059 m³, dengan kedalaman rata-rata empat meter.
Prof Bambang menuturkan bahwa keberadaan sodetan serta kolam retensi diharapkan memberi manfaat bagi pengguna Jalan Raya Kaligawe.
“Harapannya (dengan dibangunnya sodetan) memberi manfaat bagi pengguna Jalan Raya Kaligawe. Jadi nanti kalau air sudah ditarik dari jalan ke belakang melalui tanah kita terus dibuang ke belakang maka depan itu tidak akan mengalami banjir lagi,” ungkapnya.
Hal itu menjelaskan bahwa Prof. Dr. Bambang Tri Bawono berharap sodetan (saluran pengalihan air baru) yang dibangun di kawasan Unissula berfungsi untuk mengalirkan air Jalan Raya Kaligawe masuk arah area kampus, yaitu ke wilayah yang memiliki kolam retensi (penampungan air).
Ia menambahkan, fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga untuk mendukung kegiatan civitas akademika Unissula, Dikdasmen, serta RSI Sultan Agung.
“Jadi selain untuk masyarakat, juga diri kita,” jelasnya
Dengan harapan besarnya, agar sodetan sekaligus menjadi solusi teknis permanen mengatasi banjir Jalan Raya Nasional Kaligawe, Jawa Tengah, memanfaatkan lahan Unissula sebagai jalur pengalihan air di bagian belakang kawasan.
Kegiatan yang rencananya dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi tersebut turut diikuti Sekretaris Umum YBWSA Dr Muhammad Ja’far Shadiq MSi Ak CA, para wakil rektor Unissula, serta jajaran UPT Pemasaran dan Humas.
Kolaborasi antara pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan Unissula menjadi bagian penting penguatan sistem pengendalian air banjir daerah jalur nasional Kaligawe.
Sekaligus Unissula mencontohkan sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan infrastruktur lingkungan perkotaan. (why)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.