SEMARANG, Kabarjateng.id — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, pada Senin pagi, 2 Maret 2026.
Purnawirawan TNI tersebut tutup usia pada umur 90 tahun.
Gubernur Luthfi menyampaikan langsung belasungkawa itu saat berada di kantornya, Senin (2/3/2026).
Ia mewakili Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Tengah menyampaikan doa serta penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mewakili masyarakat Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Try Sutrisno, tokoh besar bangsa,” ujar Gubernur Luthfi.
Sosok Negarawan dan Prajurit Teladan
Menurut Luthfi, Try Sutrisno menunjukkan keteladanan sebagai tokoh nasional yang memadukan karakter negarawan dan prajurit sejati.
Ia menilai almarhum menghadirkan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa Indonesia, baik saat aktif di militer maupun ketika memegang jabatan sebagai wakil presiden.
Luthfi menegaskan, Try Sutrisno menjalankan pengabdian dengan penuh integritas, ketegasan, serta kepedulian terhadap rakyat.
Sikap itu mencerminkan jiwa kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Meski tidak memiliki banyak kesempatan berinteraksi secara langsung, Luthfi tetap menjadikan Try Sutrisno sebagai salah satu figur panutan.
Ia mengagumi keteguhan sikap dan komitmen almarhum dalam mengemban amanah negara.
“Saya menempatkan beliau sebagai negarawan sekaligus prajurit angkatan bersenjata yang bekerja dengan hati, penuh perasaan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Generasi muda perlu meneladani semangat pengabdian seperti itu,” tegasnya.
Jejak Pengabdian di Tingkat Nasional
Try Sutrisno mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI pada periode 1993–1998 dan mendampingi Presiden Soeharto.
Selama masa jabatan tersebut, ia berperan dalam berbagai kebijakan strategis pemerintahan.
Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Senin pagi.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi kalangan militer dan para pemimpin daerah yang mengenang dedikasinya terhadap negara. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.