TEGAL, Kabarjateng.id – Polres Tegal mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus penandatanganan kesepakatan terkait pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kalibakung, Pangkah, dan Dukuhturi.
Agenda ini juga melibatkan Yayasan Kemala Bhayangkari serta para kepala sekolah yang menjadi mitra penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara berlangsung di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Tegal pada Sabtu (27/12/2025) pagi.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung memimpin jalannya kegiatan.
Turut mendampingi Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tegal, Ny. Erin Bayu Prasatyo, para Pejabat Utama Polres, pengurus Bhayangkari, kepala SPPG, serta 92 kepala sekolah dan guru penanggung jawab MBG.
Kehadiran seluruh perwakilan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan pihak pendukung program gizi.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan pemutaran video mengenai kesiapan operasional dapur SPPG Polres Tegal.
Setelah itu, Kapolres dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari memberikan sambutan, disusul sesi perkenalan jajaran kepala SPPG.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara kepala SPPG dan pihak sekolah penerima program.
Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang solid agar pelaksanaan MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menyampaikan bahwa hingga kini telah beroperasi empat dapur SPPG Polri di Kabupaten Tegal, dan pada tahun 2026 ditargetkan bertambah menjadi lima titik layanan.
Seluruh alur pengelolaan makanan – mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga proses memasak – telah disusun sesuai standar agar mutu makanan terjaga.
Soal aspek keamanan pangan, Kapolres juga menegaskan bahwa Polri telah menerima arahan khusus dari Kapolri untuk memastikan makanan yang disalurkan aman, layak, dan memenuhi standar gizi.
Sebelum didistribusikan ke sekolah, bahan makanan dan hasil olahan akan melalui proses pemeriksaan guna mencegah kemungkinan risiko kesehatan bagi siswa penerima manfaat.
Selain manfaatnya bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa, keberadaan dapur SPPG juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Operasional dapur membuka peluang kerja bagi warga lokal, sehingga berdampak pada meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Kepala SPPG Dukuhturi, Fatchul Ulum, turut memberikan penjelasan mengenai tujuan besar MBG—yakni mendukung tumbuh kembang anak sekolah, terutama yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan ketentuan mengenai penggunaan peralatan makan oleh penerima manfaat, termasuk kewajiban penggantian apabila terjadi kerusakan atau kehilangan.
Sepanjang acara, situasi terpantau aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Tegal berharap hadirnya SPPG dapat menjadi fondasi kokoh bagi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tegal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, Bhayangkari, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (Supriyadi)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.