TEGAL, Kabarjateng.id – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0712/Tegal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal melakukan peninjauan langsung ke kawasan objek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul terjadinya banjir bandang yang menerjang kawasan wisata tersebut pada Sabtu (20/12/2025) sore.
Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa kehadiran Forkopimda di lokasi bencana merupakan wujud sinergi dan tanggung jawab bersama antara TNI, Polri, serta pemerintah daerah dalam memastikan kondisi pascabanjir sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak.
“Hari ini kami bersama Bupati Tegal, Kapolres Tegal, dan unsur Forkopimda lainnya meninjau langsung kondisi pascabanjir di kawasan wisata Guci. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut,” ujar Rachmat di sela peninjauan.
Ia menjelaskan, seluruh unsur Forkopimda bekerja secara terpadu, mulai dari tahap penanganan awal hingga pemantauan langsung di lapangan.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat tertangani dengan baik.
“Kami hadir bersama-sama untuk memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan proses penanganan berjalan optimal. Semua unsur bergerak secara solid di lapangan,” jelasnya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial, Dandim mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai pemberitaan.
Menurutnya, sebagian informasi yang tersebar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
“Kami memantau berbagai informasi di media sosial. Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Untuk itu, kami berharap situasi ini tidak dibesar-besarkan dan peran media dapat membantu memberikan informasi yang berimbang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memfokuskan perhatian pada pemulihan serta perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan wisata Guci.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan dan citra destinasi wisata tetap terjaga.
Selain pemulihan infrastruktur, aparat juga berkomitmen meningkatkan upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah hulu Gunung Slamet.
Hal ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna mencegah aktivitas ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.
“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar Kabupaten Tegal semakin tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.
Hingga Minggu sore, proses pembersihan material lumpur dan perbaikan akses jalan di kawasan wisata Guci masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat.
Pemerintah daerah memastikan langkah mitigasi lanjutan akan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Pendam IV)
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.