Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 25 Nov 2025 19:56 WIB

Wali Kota Semarang Tegaskan Peran Guru sebagai Garda Terdepan Masa Depan Bangsa


					Wali Kota Semarang Tegaskan Peran Guru sebagai Garda Terdepan Masa Depan Bangsa Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang menggelar Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Budaya Raden Saleh pada Selasa (25/11).

Ribuan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari berbagai jenjang hadir memadati area acara yang mengusung tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat” tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turut hadir dan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran para pendidik.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Menurutnya, keberadaan guru setara dengan pertahanan bangsa, namun dalam konteks mempersiapkan masa depan anak-anak.

“Jika tentara menjaga pertahanan negara dari ancaman luar, maka guru menjaga masa depan melalui pendidikan. Arah hidup anak-anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka dapatkan dari gurunya,” ujarnya.

Agustina menambahkan bahwa guru sering menjadi figur utama yang dituju anak ketika menghadapi situasi membingungkan.

Karena itu, ketepatan arahan guru berpengaruh besar pada pola pikir dan pembentukan karakter anak di kemudian hari.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan yang besar dari murid harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan profesionalitas yang kuat.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti ketimpangan kesejahteraan guru, terutama mereka yang masih berstatus non-ASN dan menerima honorarium minim.

Ia mengapresiasi dedikasi para pendidik yang tetap mengajar dengan penuh komitmen meski menghadapi berbagai keterbatasan.

“Bapak-Ibu guru tetap hadir untuk murid, bahkan ketika kondisi tidak ideal. Itu luar biasa,” ungkapnya.

Puncak peringatan HGN kali ini turut melibatkan banyak pemangku kepentingan pendidikan, termasuk perwakilan Baznas Kota Semarang, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, BBPMP Jawa Tengah, serta jajaran PGRI dan IGTKI.

Kegiatan berlangsung semarak dengan pertunjukan seni siswa, pameran inovasi dari 16 Korsatpen, layanan psikologi ULD PKPD, pemeriksaan kesehatan, serta partisipasi UMKM lokal.

Guru-guru berprestasi juga menerima penghargaan dalam kesempatan tersebut.

Dinas Pendidikan Kota Semarang memanfaatkan acara ini untuk memamerkan capaian pendidikan selama tahun 2025.

Berbagai pelatihan peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah terus diperluas melalui kerja sama dengan BBPMP Jawa Tengah dan BKPP Kota Semarang.

Program prioritas Kemendikdasmen seperti Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial juga telah dijalankan untuk mempercepat transformasi pembelajaran di sekolah-sekolah.

Dukungan untuk guru PAUD turut menjadi perhatian, mulai dari bantuan transportasi hingga fasilitasi PPG bagi guru agama.

Program “Guru Bersamamu” kembali memberi dampak signifikan dengan membantu anak-anak putus sekolah agar kembali memperoleh hak pendidikan mereka.

Kota Semarang juga meraih berbagai prestasi tingkat provinsi, termasuk kemenangan di kategori Kreativitas Pembelajaran Mendalam dan Komunitas Belajar Kombel Tugu Muda.

Dalam sesi wawancara seusai acara, Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru.

Ia juga menyinggung implementasi putusan Mahkamah Konstitusi terkait pengurangan beban biaya pendidikan di sekolah.

“Kami menunggu realisasi putusan MK. Harapannya, tidak ada lagi anak yang enggan ke sekolah karena kendala biaya SPP,” jelasnya.

Agustina turut mengapresiasi para guru yang mendampingi siswa dalam lomba menulis cerpen tingkat SD dan SMP.

Menurutnya, keberhasilan siswa dalam menghasilkan karya-karya kreatif tidak lepas dari bimbingan guru yang mampu memetakan potensi murid.

Ia kembali mengingatkan bahwa pendidik harus terus mengikuti perkembangan zaman agar metode mengajar tetap efektif di tengah perubahan pola belajar generasi saat ini.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kota Semarang menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk meneguhkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Acara ditutup dengan ajakan memakai batik identitas guru (PGRI) sebagai bentuk kebanggaan terhadap profesi pendidik yang terus berkontribusi mencerdaskan generasi penerus bangsa. (day)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Demak Tertibkan Balap Liar di Jalan Lingkar Terminal Baru, 114 Remaja Diamankan 

15 Maret 2026 - 12:22 WIB

OSIS SMPN 1 Bumiayu Gelar Safari Ramadan, Bagikan Ribuan Takjil untuk Warga

15 Maret 2026 - 12:10 WIB

Polda Jateng Ingatkan Pemudik Tidak Berhenti di Bahu Jalan Tol

15 Maret 2026 - 09:24 WIB

Kapolres Kendal Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Mudik Lancar

15 Maret 2026 - 09:02 WIB

Warga Brangkongan Geger, Seorang Pria Tewas di Atas Pohon Kelapa

15 Maret 2026 - 06:34 WIB

Fasilitas Kesehatan Jateng Layani Pemudik

15 Maret 2026 - 05:19 WIB

Trending di Daerah