SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung PSIS Semarang di bawah kepemimpinan manajemen baru. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan bahwa PSIS bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Kota Semarang.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina saat menerima audiensi jajaran manajemen baru PSIS di ruang rapat wali kota, Senin (15/12).
Hadir dalam pertemuan itu CEO PSIS Datu Nova Fatmawati, Komisaris Fariz Julinar Maurisal, serta perwakilan suporter Panser Biru, Wareng.
Menurut Agustina, keberadaan PSIS memiliki nilai historis dan emosional yang kuat bagi warga Semarang. Oleh karena itu, Pemerintah Kota siap berperan sebagai mitra strategis dalam menciptakan ekosistem yang sehat bagi kemajuan klub.
“PSIS adalah simbol yang sudah melekat di hati masyarakat. Dukungan pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada warga. Dengan kepemimpinan baru, kami berharap kepercayaan publik bisa dibangun kembali,” ujar Agustina.
Sinergi Tiga Pilar Jadi Fondasi Utama
Wali Kota menegaskan bahwa kebangkitan PSIS hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid antara tiga elemen utama, yakni manajemen klub, suporter, dan pemerintah daerah.
Ketiganya harus berjalan seiring untuk menciptakan suasana kompetisi yang aman, kondusif, dan profesional.
Pemkot Semarang, lanjutnya, terbuka untuk memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi perizinan, pengamanan pertandingan, hingga menciptakan iklim usaha yang mendukung keberlangsungan klub.
“Komunikasi yang baik harus dibangun dengan semua pihak. Tujuannya untuk meredam potensi gesekan dan memastikan laga kandang, termasuk di Stadion Jatidiri, bisa berlangsung dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Perwakilan Panser Biru, Wareng, menyambut baik langkah tersebut. Ia menyampaikan bahwa suporter berharap PSIS dapat fokus terlebih dahulu untuk bertahan di Liga 2, mengingat kondisi tim yang masih berada di papan bawah klasemen.
“Kami ingin PSIS selamat dulu musim ini. Dari sisi suporter, kami siap mendukung secara sportif dan menjaga situasi tetap kondusif, asalkan komunikasi dengan manajemen berjalan baik,” ungkap Wareng.
Menanggapi hal itu, Agustina mengajak seluruh suporter untuk memberikan kepercayaan penuh kepada manajemen baru. Menurutnya, energi positif dari tribun menjadi salah satu faktor penting dalam mendongkrak performa tim.
Fokus Jangka Panjang Lewat Pembinaan Usia Dini
Tak hanya membahas target jangka pendek, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan.
Penguatan Sekolah Sepak Bola (SSB) di tingkat kelurahan disebut sebagai langkah strategis untuk melahirkan pemain lokal berkualitas.
“Kita perlu membenahi pembinaan dari usia dini. Jika jalurnya jelas, Semarang tidak akan kekurangan talenta sepak bola andal,” tegas Agustina.
Sementara itu, CEO PSIS Datu Nova Fatmawati menegaskan bahwa manajemen baru memilih target yang realistis.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan PSIS tetap bertahan di Liga 2, sembari menyiapkan fondasi yang kuat untuk musim berikutnya.
“Kami sadar tantangannya besar. Namun dengan dukungan pemerintah dan suporter, kami optimistis PSIS bisa bangkit secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Datu Nova.
Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk menjaga komunikasi terbuka dan berkelanjutan.
Sinergi antara Pemkot Semarang sebagai fasilitator, manajemen sebagai pengelola profesional, dan suporter sebagai kekuatan moral diyakini menjadi kunci mengembalikan kejayaan PSIS Semarang. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.