SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mencatat sejumlah capaian strategis pembangunan Infrastruktur sepanjang tahun 2025.
Fokus utama diarahkan pada pengendalian banjir serta peningkatan kemantapan dan konektivitas jalan di berbagai wilayah Semarang, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa penanganan banjir masih menjadi prioritas utama pembangunan infrastruktur di Kota Semarang.
Menurutnya, karakter geografis Semarang yang berada di wilayah pesisir dan dataran rendah membutuhkan sistem pengendalian banjir yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pada sektor penanggulangan banjir, DPU Kota Semarang telah melakukan peningkatan kapasitas pompa di sejumlah titik rawan.
Beberapa lokasi tersebut antara lain Rumah Pompa Kolonel Sugiono, Tawangmas, Plamongan Hijau, serta penambahan pompa baru kawasan Jalan Petudungan Semarang.
“Selain peningkatan kapasitas pompa, DPU juga melaksanakan peningkatan saluran drainase di sejumlah kawasan strategis di Semarang, seperti Saluran MT Haryono-Petudungan, Saluran Jalan Gajah-Aspol Kabluk, Drainase Kawasan Dempel-Muktiharjo Kidul, Jatisari, hingga Saluran Tanjung,” ujar Wali Kota Agustina Wilujeng melalui keterangan tertulis kepada Kabarjateng.id, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, penguatan sistem drainase menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur Semarang guna menekan risiko banjir dan genangan yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi.
Upaya tersebut dinilai mulai memberikan dampak positif bagi wilayah rawan banjir Semarang.
Di bidang jalan, infrastruktur transportasi juga menjadi perhatian Wali Kota Semarang.
Sepanjang 2025, DPU Kota Semarang melakukan peningkatan kualitas pada sejumlah ruas jalan guna mendukung konektivitas antarwilayah dan kelancaran mobilitas warga Semarang.
Ruas yang ditangani meliputi Jalan RM Hadi Subeno, Payung Mas Raya Banyumanik, Jatikalangan dan Kampung Jambon Mijen, R Soekanto Tembalang, Robyong Ngaliyan, Palebon, Damar Wulan Semarang Barat, hingga Anjasmoro dan Kaligawe-Pasar Waru Semarang.
Selain peningkatan jalan, pemeliharaan rutin jalan dan drainase terus dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas infrastruktur Semarang.
Langkah Wali Kota ini dinilai penting agar kerusakan jalan dan penyumbatan saluran air tidak memicu genangan baru.
Terkait realisasi anggaran, Wali Kota Semarang menjelaskan bahwa hingga akhir 2025, realisasi anggaran pembangunan Infrastruktur mencapai sekitar 81 persen dari pagu sebesar Rp384 miliar.
Pengawasan dan pengujian konstruksi dilakukan secara berkala untuk memastikan mutu pembangunan Infrastruktur Semarang tetap terjaga.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Semarang akan memfokuskan pembangunan Infrastruktur pada peningkatan konektivitas jalan antarwilayah hinterland serta pengendalian banjir dan rob.
Program ini akan disinergikan dengan dukungan pemerintah pusat melalui BBWS Pemali-Juana wilayah Semarang.
“Seluruh rencana pembangunan 2026 diselaraskan dengan RPJMD Kota Semarang 2025-2029, dengan fokus pengurangan kawasan banjir dan peningkatan kemantapan jalan,” tegas Wali Kota Agustina Wilujeng.
Wali Kota menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur Semarang juga membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan drainase dan penggunaan jalan sesuai kelasnya.
“Kesadaran bersama akan sangat menentukan keberlanjutan pengendalian banjir hingga kualitas infrastruktur Semarang,” pungkas Wali Kota Agustina Wilujeng.
Penulis: Wahyu Hamijaya
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.