Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 23 Nov 2025 15:58 WIB

Wali Kota Agustina Tekankan Pentingnya Guyub Rukun RT untuk Mendorong Pembangunan Kota Semarang


					Wali Kota Agustina Tekankan Pentingnya Guyub Rukun RT untuk Mendorong Pembangunan Kota Semarang Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara resmi menutup rangkaian Lomba Kampung Hebat Kota Semarang 2025 yang telah berlangsung selama tujuh tahun.

Penutupan acara digelar di Lapangan Sepak Bola Bumirejo, Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, pada Minggu (23/11).

Dalam kesempatan itu, Agustina mengajak masyarakat untuk memaknai lomba ini bukan sekadar ajang perebutan hadiah, tetapi sebagai wadah lahirnya inovasi dan kebersamaan warga.

Menurutnya, peran pengurus Rukun Tetangga (RT) sangat menentukan keberhasilan lingkungan.

“Pengurus RT adalah kunci terciptanya suasana guyub rukun. Ketika RT kompak, itu yang membuat Kota Semarang terus berkembang menjadi kota yang hebat,” tegasnya di hadapan warga.

Lomba Kampung Hebat merupakan hasil kolaborasi antara Jawa Pos Radar Semarang dan Pemerintah Kota Semarang melalui DP3A.

Program ini dinilai mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan, mendorong budaya gotong royong, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut juga dimaknai sebagai upaya membangun nilai bahwa pembangunan kota harus dilakukan dan dirayakan bersama.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan apresiasi kepada Radar Semarang sebagai mitra yang turut mendorong gerakan perubahan melalui jurnalisme konstruktif.

Ia juga memberi semangat kepada kampung yang belum berhasil meraih juara.

“Tidak menang bukan berarti tidak baik, mungkin hanya belum terlihat. Apalagi sekarang tiap RT sudah menerima dana operasional Rp25 juta per tahun, tentu ini bisa menjadi pendorong agar kampung semakin maju,” ujarnya.

Pada tahun ini, Lomba Kampung Hebat mengusung tema “Bersatu, Semakin Kompak, Semakin Hebat.”

Lomba dibagi dalam dua kategori, yaitu Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan, serta Kampung Kreatif dan Inovatif.

Kategori Pilah Sampah mendukung Gerakan Semarang Bersih yang tengah digalakkan Pemkot Semarang, termasuk program ASN Wegah Nyampah yang menekankan keteladanan ASN dalam perilaku memilah sampah.

Agustina juga menyoroti masih sedikitnya jumlah bank sampah di Kota Semarang.

“Sekarang baru sekitar seribuan bank sampah, padahal jumlah RT lebih dari sepuluh ribu. Itu baru sekitar sepuluh persen. Jika diberikan penghargaan, saya yakin mereka bisa lebih giat dan tertata,” jelasnya.

Tahun ini, sebanyak 177 peserta lolos seleksi administrasi dan 36 kampung berhasil masuk tahap final setelah diverifikasi lapangan. Dua kategori lomba tersebut memperebutkan total hadiah senilai 51 juta rupiah.

Menutup sambutannya, Wali Kota memberikan selamat kepada para pemenang sekaligus mendorong kampung lainnya untuk terus berkreasi.

Ia bahkan membuka peluang penambahan kategori baru.

“Tahun depan selain kampungnya, mungkin pengurus RT-nya yang dilombakan. Saya ingin pengurus RT mendapat apresiasi sebagai kategori RT terbaik,” tandasnya. (day)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan hingga Akses Wisata

15 Maret 2026 - 00:00 WIB

PWDPI Kota Semarang Berbagi Takjil dan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

14 Maret 2026 - 23:47 WIB

Jalur Tengah Jateng Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 23:19 WIB

Personel Polda Jawa Tengah Sigap Menolong Pemudik di Jalur Mudik

14 Maret 2026 - 22:26 WIB

Pemudik Apresiasi Bantuan Polisi Saat Alami Ban Pecah di Tol

14 Maret 2026 - 21:42 WIB

Polres Klaten Ungkap Kasus Pemerkosaan Perempuan Disabilitas

14 Maret 2026 - 20:55 WIB

Trending di Hukum & Kriminal